Sidak Fasum Sambil Bersepeda, Sachrudin Geram Temukan Truk Sampah hingga Toilet GOR Rusak
Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58
Wali Kota Tangerang Sachrudin melakukan sidak fasilitas umum (fasum) di wilayahnya sambil bersepeda pada Sabtu 30 Mei 2026, pagi.
TANGERANGNEWS.com- Civitas academica Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) melakukan deklarasi dan pernyataan sikap terkait dugaan keberpihakan presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap salah satu pasangan calon (Paslon) dalam Pemilu 2024.
Deklarasi tersebut dilaksanakan di area Plaza UMT, Jalan Perintis Kemerdekaan I, Kelurahan Cikokol, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Rabu, 7 Februari 2024.
Terdapat tujuh poin dalam deklarasi, diantaranya seruan kepada presiden dan pihak terkait meliputi, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU), serta TNI/Polri dan ASN menjaga profesionalitas dan netralitas.
"Mendesak kepada Presiden Jokowi untuk menghentikan segala manuver politiknya demi memenangkan Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres yang berpasangan dengan Prabowo Subianto," ucap Rektor UMT, Ahmad Amarullah.
Amarullah menegaskan, pernyataan sikap dilakukan bukan karena terafiliasi maupun mendukung salah satu paslon lain.
"Kami tidak melakukan gerakan politik praktis untuk mendukung salah satu paslon, akan tetapi bagaimana nilai-nilai dan aturan-aturan main yang sudah ditetapkan menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku bisa secara konsekuen dan tentu murni bisa dilaksanakan sebaik-baiknya," jelasnya.
Ia pun menyoroti agar proses penyelenggaraan Pemilu 2024 dapat berlangsung tanpa adanya kecurangan dan money politic.
"Semoga Pemilu 2024 ini berlangsung dengan jujur dan adil, langsung umum bebas rahasia dan bermartabat, bahkan beradab," pungkasnya.
Wali Kota Tangerang Sachrudin melakukan sidak fasilitas umum (fasum) di wilayahnya sambil bersepeda pada Sabtu 30 Mei 2026, pagi.
TODAY TAGDi tengah pesatnya arus transformasi digital, dunia pendidikan Indonesia dihadapkan pada tantangan besar.
Kini wajah Situ Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, berubah total. Situ seluas 22 hektar ini dulunya dikenal sebagai area terbengkalai. Ilalang tinggi, semak liar, hingga kesan menyeramkan pernah melekat di kawasan tersebut.
Hari ini kita berkumpul di hari yang Agung. Hari pengorbanan, hari ketundukan hamba kepada Sang Khalik Allah Swt., hari raya Iduladha. Iduladha bukan sekadar tentang hewan kurban, juga bukan sekadar takbir.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews