Connect With Us

Warga Kota Tangerang Mengeluh Ada Warung Jual Gas Melon Rp40 Ribu Per Tabung

Yanto | Rabu, 5 Februari 2025 | 15:37

Warga Cibodas, Kota Tangeang, masih antre gas melon di agen gas setempat, Rabu 5 Februari 2025. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Kelangkaan gas elpiji 3 kg, dimanfaatkan sejumlah oknum toko sembako di Kota Tangerang yang menjual dengan harga tinggi.

Berdasarkan informasi warga, ada beberapa warung sembako menjual gas subsidi dengan mematok harga Rp30 ribu sampai Rp40 ribu per tabung.

Harga eceran tersebut jauh diatas angka HET agen yang hanya menjual Rp19-20 ribu per tabung. 

Seperti yang dikatakan oleh Aceng, warga Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Rabu 5 Februari 2025. Ketika ia mencari gas melon di warung eceran, ternyata tersedia beberapa tabung.

Namun, karena harganya mahal, ia lebih memilih membeli di agen maski harus mengantre.

"Saya sudah muter kemana-mana, lalu ada yang nawarin harga Rp30 - 50 ribu. Kan kaget aja, mending antre," ujarnya.

Di sisi lain, Aceng cukup prihatin dengan oknum pedagang yang mematok harga gas tinggi saat situasi sedang sulit.

"Warga lagi susah nyari gas malah dimanfaatkan ambil untung besar, tidak punya empati," imbuhnya.

Sementara Iwan, warga lainnya mengeluhkan kelangkaan gas subsidi hingga membuatnya terpaksa berhenti berjualan.

"Heran saja saya, di mana-mana langka. Jadi enggak jualan dulu saya. Lalu, tiba-tiba ada info yang jual gas dengan harga tinggi, bikin susah saja," keluhnya.

KAB. TANGERANG
Bakar Sampah Picu 6 Jam Kebakaran Gudang Paralon di Legok, Pekerja Jebol Tembok Selamatkan Diri

Bakar Sampah Picu 6 Jam Kebakaran Gudang Paralon di Legok, Pekerja Jebol Tembok Selamatkan Diri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:42

Kebakaran hebat melanda gudang paralon (PVC) milik PT Mitra Bangun Abadi (PIPA ONE PLUS) di Jalan Angsana Lestari II, Desa Legok, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, pada Selasa sore 13 Oktober 2026.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill