Mutasi Kendaraan Masuk Banten Dapat Diskon 20 Sampai 40 Persen
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:18
Kabar baik bagi masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor dari luar Provinsi Banten dan berencana melakukan mutasi masuk.
TANGERANGNEWS.com- Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang sejak Senin, 17 Maret 2025, malam menyebabkan banjir di kolong Flyover Taman Cibodas. Luapan air dari Kali Sabi membuat ketinggian banjir di kawasan tersebut mencapai 40-60 cm.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Korban BPBD Kota Tangerang Syahri mengatakan, banjir di kawasan ini memang kerap terjadi saat hujan lebat dan debit air Kali Sabi meningkat.
"Banjir hampir selalu melanda kawasan ini kalau hujan deras dan debit air di Kali Sabi sangat tinggi, cuma banjir di sini relatif bisa surut dengan cepat. Diprediksi banjir bisa surut sore hari nanti," ujar Syahri, Selasa, 18 Maret 2025.

Selain kolong Flyover Taman Cibodas, BPBD juga memantau titik-titik banjir lainnya di Kecamatan Cibodas, seperti di Jalan Dharmawangsa, Jalan Dipati Unus, Jalan Prabu Siliwangi Cibodas Baru, dan Jalan Kalingga 1 Perumnas 3. Seluruh titik tersebut kini sudah dipastikan surut.
BPBD bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga bersiap melakukan pembersihan sampah dan lumpur pascabanjir agar akses jalan kembali normal.
Sementara itu, BPBD mengimbau masyarakat agar tidak melintasi jalan di kolong Flyover Taman Cibodas hingga banjir benar-benar surut demi keselamatan bersama.
Kabar baik bagi masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor dari luar Provinsi Banten dan berencana melakukan mutasi masuk.
TODAY TAGPemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang meraih penghargaan atas komitmennya dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki daya saing dan unggul melalui program Beasiswa Tangerang Gemilang.
Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews