Connect With Us

Posko PWI Kota Tangerang Kebanjiran Aduan Masalah SPMB Banten 2025

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 23 Juni 2025 | 20:42

Posko pengaduan SPMB 2025 di Sekretariat PWI Kota Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sejak dibuka awal Juni 2025, Posko Pengaduan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 yang dibentuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang telah menerima puluhan laporan dari masyarakat, terkait proses seleksi untuk jenjang SMA di Provinsi Banten.

Ketua Posko Pengaduan SPMB 2025 PWI Kota Tangerang Ukon Furkon Sukanda mengatakan mayoritas keluhan berasal dari orang tua siswa yang merasa kesulitan memahami petunjuk teknis (Juknis), yang dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

“Banyak orang tua yang belum paham jalur-jalur pendaftaran serta persyaratan umum yang ditetapkan. Selain itu, mereka mengeluhkan beberapa hal teknis seperti verifikasi data yang lambat, sistem pemantauan yang tertutup, dan kuota afirmasi yang mendadak berkurang,” ujarnya, Senin 23 Juni 2025.

Beberapa poin keluhan yang paling menonjol antara lain jalur domisili tetap mempertimbangkan nilai rapor, yang menurut sebagian orang tua tidak sesuai ekspektasi mereka.

Kemudian kuota afirmasi yang tiba-tiba menyusut tanpa penjelasan rinci.

"Tidak sedikit keluhan mengenai proses verifikasi yang lamban, bahkan hingga dua hari belum diproses. Serta sistem seleksi yang tidak transparan, karena tidak memungkinkan pemohon memantau posisi mereka dalam seleksi sementara," kata Ukon. 

Menurut Ukon, masalah utama yang terjadi adalah kurangnya waktu dan minimnya sosialisasi juknis dari pihak Dindikbud Provinsi Banten

“Waktu antara terbitnya Juknis dan pembukaan pendaftaran sangat mepet. Masyarakat tidak cukup waktu memahami dan menyesuaikan diri,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Lukman dalam keterangannya kepada wartawan, memastikan bahwa proses seleksi tetap dilakukan secara transparan.

“Yang butuh informasi itu adalah pemohon. Jadi meskipun sifatnya belum dipublikasikan secara terbuka, nanti setelah verifikasi selesai akan diumumkan. Ini untuk menghindari kesalahpahaman seperti tahun-tahun lalu, di mana data terus berubah karena dinamis,” jelas Lukman.

Terkait lambannya proses verifikasi, Lukman mengungkapkan bahwa hal itu disebabkan keterbatasan jumlah panitia.

“Kadang dalam sehari ada lebih dari 200 pendaftar, sementara verifikator hanya 10 orang. Kami sudah mengeluarkan surat instruksi untuk menambah tim,” ungkapnya.

Lukman juga menegaskan verifikator harus memiliki akun resmi yang terdaftar di sistem untuk menghindari penyalahgunaan data. "Ini untuk mencegah adanya oknum yang tidak berwenang ikut melakukan verifikasi," tegas Lukman.

Ia menambahkan dalam jalur domisili, penilaian tidak hanya berdasarkan jarak dan usia seperti pada sistem zonasi sebelumnya, tetapi juga mencakup rata-rata nilai rapor dari semester 1 hingga 5.

Hal ini, menurutnya, membuat jalur domisili sedikit beririsan dengan jalur prestasi, meski jalur prestasi tetap mensyaratkan bukti berupa sertifikat prestasi akademik lainnya.

Diinformasikan Posko Pengaduan SPMB 2025 PWI Kota Tangerang akan tetap dibuka hingga akhir Juli 2025, untuk menampung aspirasi dan keluhan masyarakat.

TEKNO
Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Rabu, 9 September 2026 | 19:46

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.

BISNIS
Logeski Tawarkan Cara Baru Bersihkan Toilet Tanpa Perlu Banyak Menyikat

Logeski Tawarkan Cara Baru Bersihkan Toilet Tanpa Perlu Banyak Menyikat

Minggu, 13 September 2026 | 06:38

Logeski memperkenalkan Logeski Toilet Bowl Cleaner ke pasar Indonesia dengan konsep no-scrub cleaning.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill