Connect With Us

Pengoperasian Mesin Incinerator Sampah di Cipondoh Diprotes Warga, Sebut Asapnya Bau dan Bikin Batuk

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 2 Juli 2025 | 16:58

Sejumlah warga memprotes mesin incinerator sampah di TPST Cipondoh, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Sejumlah warga memprotes pengoperasian mesin pembakar sampah (incinerator) di TPST Mutiara Bangsa, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu 02 Juli 2025.

Sebab menurut mereka, mesin tersebut dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan sekitar.

"Kita dibuat menderita dengan adanya TPST, apalagi ditambah mesin incinerator. Nanti kalau asapnya berbahaya pasti tidak ada yang bertanggung jawab. Kami melapor dan memprotes tapi diabaikan, bahkan ditemui saja tidak," ujar Elva, saat menghadiri acara uji coba mesin incinerator di Kecamatan Cipondoh.

Masih dikatakan Elva, sejak awal pembangunan mesin pembakar sampah itu tidak melibatkan warga.

Ia mengatakan, setelah pembangunan dan pengoperasian fasilitas incinerator tersebut, warga merasakan adanya perubahan lingkungan dan masalah kesehatan.

"Sejak awal, kami juga tidak dilibatkan dalam proses pembangunan tungku bakar. Persetujuan kami tidak pernah dipertimbangkan. Sebagai warga negara, kami berhak hidup sehat dan pemerintah harus memenuhinya," tambahnya.

Senada dengan Elva, Randi lainnya juga menyampaikan bahwa polusi udara dari asap dan bau menyengat muncul saat pengoperasian mesin tersebut.

Dia juga mengatakan polusi itu bisa menyebabkan sebagian warga sesak napas.

"Asap tersebut, menurut kesaksian masyarakat, kerap kali masuk ke dalam rumah warga sekitar. Terlebih ketika angin mengarah ke permukiman yang berdekatan dengan lokasi tungku bakar. Selain itu, tidak sedikit masyarakat sekitar fasilitas pembakaran sampah yang mengalami masalah kesehatan, apalagi nanti dampak pasti sesak napas dan batuk," ungkap Rendi.

Rendi meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, untuk melibatkan warga sekitar yang terdampak langsung dengan polusi udara di TPST Kecamatan Cipondoh ini.

"Apa-apa harus melibatkan warga, terutama yang terdampak, kenapa harus di tempat pemukiman padat penduduk," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sahrudin menegaskan fasilitas incinerator di TPST Mutiara Bangsa Cipondoh bakal tetap beroperasi, karena termasuk solusi pengolahan sampah di Kota Tangerang.

"Iya namanya warga komplain itu hal ya wajar saja, mungkin sosialisasi kurang dimengerti, makanya nanti kita bikin sosialisasi," katanya.

Sahrudin menambahkan untuk kedepannya, semua TPST yang berada di Kota Tangerang akan disediakan mesin pengelola sampah.

"Jadi kami sedang berupaya, melakukan mengatasi persoalan sampah, dari hulu sampai ke hilir, nanti juga kita tempatkan mesin ini di TPST yang berada di Kota Tangerang," tegasnya.

Sachrudin pun berharap uji coba mesin incinerator ini berjalan dengan lancar dan bisa mengatasinya sampah yang menjadi momok masalah.

"Semoga mesin ini berjalan dengan efektif, dan bisa memecahkan masalah sampah yang nanti bagaimana cara mengurangi sampah," imbuhnya.

KOTA TANGERANG
Debit Sungai Cisadane Turun 40 Cm, Wali Kota Tangerang Imbau Warga Hemat Air

Debit Sungai Cisadane Turun 40 Cm, Wali Kota Tangerang Imbau Warga Hemat Air

Sabtu, 12 September 2026 | 17:22

Debit Sungai Cisadane mengalami menurunan hingga 40 sentimeter (cm) dari batas normal. Hal ini memicu langkah antisipasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang guna memastikan ketersediaan sulai air baku bagi warga.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

BANTEN
Dindikbud Banten Berlakukan Sekolah Tatap Muka Mulai 14 September, Diwajibkan Pakai Masker

Dindikbud Banten Berlakukan Sekolah Tatap Muka Mulai 14 September, Diwajibkan Pakai Masker

Sabtu, 12 September 2026 | 16:27

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten resmi mengumumkan Pembelajaran Tatap Muka (Luring) bagi seluruh satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SKh negeri maupun swasta mulai Senin, 14 September 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill