Connect With Us

Dipicu Facebook, Dua Pembunuh Koko Dijerat Pasal Berlapis

| Kamis, 26 April 2012 | 16:28

Tampilan jejaring sosial Facebook. (tangerangnews / dira)

TANGERANG-Perkara kasus tewasnya Koko Permana ,23, akibat dikeroyok karena membuat komentar tak senonoh di status facebook, telah memasuki sidang perdana di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (26/4/2012).
 
Dua terdakwa yakni Futuh Ma’arif ,19, dan Fikri Rizki Ilahi ,20, dijerat pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rudy Panjaitan.
 
“Keduanya dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, 170 KUHP tentang pengeroyokan dan 351 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.” ungkap Rudy saat ditemui sebelum persidangan.
 
Sementara dalam pesidangan, ke dua terdakwa memohon kepada majelis hakim untuk menggunakan haknya agar didampingi pengacara selama persidangan. Ketua Majelis Hakim Anhar Mujiono, mempersilahkan keduanya menyiapkan pengacara. “Silahkan pakai hak terdakwa untuk menunjuk pengacara. Kita beri waktu satu minggu,” katanya.
 
Hakim kemudian memutuskan untuk melanjutkan persidangan pada Kamis 2 Mei 2012 dengan agenda pembacaan dakwaan. “Sidang dilanjutkan minggu depan. Terdakwa harus sudah menyiapkan pengacara,” ungkap Anhar.
 Usai sidang, kedua terdakwa sempat menangis dan meminta maaf kepada keluarga korban. Namun keluarga korban tetap emosi. “Percuma nangis, Koko nggak bakal balik,” uncapnya kesal.
 Diketahui sebelumnya, Koko Permana ,23, warga Jalan Baturaden,Perumnas Tangerang, Kabupaten Tangerang tewas akibat dikeroyok oleh Futuh  dan Fikri. Pengeroyokan dipicu karena Koko telah membobol password jejaring sosial Facebook milik Citra , warga Perumahan Dasana Indah, Bonang, Legok, Kabupaten Tangerang, yang tak lain adalah mantan pacarnya.
 
Kemudian Citra mengeluhkan tindakan Koko yang menulis pada dinding Facebook Citra dengan kata-kata kurang sopan kepada temannya Futuh. Rupanya, setelah mendengar cerita Citra, Futuh merasa kesal dan ingin membalaskan sakit hatinya Citra kepada Koko.
Sabtu (14/1), sekitar Pukul 16,30 sore, Futuh menyuruh Citra agar menghubungi korban untuk pertemuan di halaman mesjid Aljabar Tangerang. Koko yang merasa bahagia tak berpikir panjang, diantar seorang temannya dengan membonceng motor, Koko pun sempat menyuruh teman Koko yang mengantar itu pulang.
 
Setelah sempat bertemu Citra, tiba-tiba  dia dipukuli Futuh dan Fikri. Saat dipukuli itu, Koko terjatuh, bagian kepalanya menyentuh tangga halaman Masjid. Dalam keadaan terjatuh itu, korban tetap dipukuli. Warga yang melihat korban sudah tidak berdaya langsung membawa korban ke RS Qadr . Tapi nyawanya sudah tidak dapat ditolong.(RAZ).

AYO! TANGERANG CERDAS
PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:45

Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

BISNIS
Investasi Rp177 Miliar, Motor Listrik Canggih Omoway Resmi Dirakit di Balaraja Tangerang

Investasi Rp177 Miliar, Motor Listrik Canggih Omoway Resmi Dirakit di Balaraja Tangerang

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:50

Pasar kendaraan listrik di Indonesia kembali kedatangan pemain baru yang menawarkan beragam fitur canggih.

SPORT
Pemkab Tangerang Bakal Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 29 Kecamatan

Pemkab Tangerang Bakal Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 29 Kecamatan

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:54

Pemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill