Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANG – Puluhan ribu demonstran turun ke jalan-jalan di Seoul, Korea Selatan (Korsel), hari ini untuk menyerukan pengunduran diri Presiden Park Geun-hye. Mereka memprotes rencana penulisan ulang buku-buku sejarah untuk mengagungkan kepemimpinan otoriter ayah Park.
Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (5/12/2015), sekitar 30.000 orang diperkirakan mengikuti aksi demo tersebut. Banyak demonstran mengenakan masker sebagai perlawanan atas seruan Park untuk tidak menggunakan masker selama aksi-aksi protes. Massa berjalan di pusat kota dengan membawa banner bertuliskan "Mundurlah Park Geun-hye" dan meneriakkan slogan-slogan.
Kepolisian semula melarang aksi demo tersebut, namun para pengorganisir demo mengajukan banding ke Pengadilan Administratif Seoul yang membatalkan larangan polisi tersebut. Karenanya, aksi demo besar-besaran kedua dalam waktu sebulan ini bisa kembali digelar.
Demo besar pertama pada 14 November lalu diramaikan sekitar 60.000 orang. Saat itu sempat terjadi bentrokan antara demonstran dengan polisi yang menggunakan meriam air. Dalam bentrokan itu, Baek Nam-ki, seorang petani berusia 69 tahun mengalami koma setelah terkena meriam air. Kali ini, para pengorganisir demo berjanji akan melakukan aksi protes secara damai.
Presiden Park belakangan ini gencar didesak mundur oleh publik yang marah atas sejumlah isu. Termasuk, rencananya menerapkan buku-buku teks sejarah baru di sekolah-sekolah, memperluas pasar pertanian dan reformasi pasar buruh, yang akan mempermudah pemecatan pekerja dan mengurangi upah bagi para pekerja yang lebih tua. “President Park, jangan coba mengubah sejarah nasional Korea Selatan menjadi sejarah pribadi keluarga Anda,” demikian bunyi banner yang dibawa salah seorang demonstran.
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TODAY TAGDinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Kepolisian melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, selama tiga hari, 28-30 September 2026.
Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews