Connect With Us

APBD-P Tak juga Diketuk, Pegawai Honorer Tangsel Besok Demo ke DPRD

Denny Bagus Irawan | Minggu, 11 Oktober 2015 | 19:31

Rilis Tangerang Public Transparency Wact (TRUTH) (Dira Derby / Tangerangnews)

 

TANGERANG-Rencana DPRD Kota Tangsel untuk menolak menyetujui atau mengesahkan APBD perubahan karena menilai ada pembengkakan mata anggaran hibah berdampak pada gaji tenaga honorer.  Sebab, mereka tak mau honor  yang sudah kecil mereka terima, ditambah menjadi terhambat pembayarannya karena DPRD tak juga mengetuk palu pengesahan.

 

Aksi tersebut akan dipimpin Achmad Sofyan seorang staf humas honorer di Setda Kota Tangsel.  Dirinya yang  mengaku ditunjuk sebagai Ketua Forum Honorer Indonesia (FHI)  di wilayah Kota Tangsel akan membawa sedikitnya 300 tenaga honorer untuk berdemo di kantor DPRD Kota tersebut.

“Besok Insya Alloh jadi, mulai sekitar pukul 10, mungkin jam 12 baru jalan ke DPRD,” kata Sofyan.

 

Menurut dia, para honorer di tingkat SKPD sudah bulat tekad-nya akan melakukan aksi. Bahkan, kata dia, ini juga disambut respons baik oleh sejumlah pihak karena berhubungan dengan pelayanan masyarakat.  

“Ya kan kita paling garda terdepan untuk tingkat pelayanan,” jelasnya.

 

Setidaknya, kata dia, pihaknya melihat apa yang dilakukan DPRD Kota Tangsel telah langsung menyentuh kepada tenaga honorer.

 

“Kita tidak mau disangkut pautkan dengan persoalan politik Pilkada saat ini, silahkan itu mah. Asal janganhentikan honor kami,” ujar Sofyan.

 

Selain itu, kata Sofyan, setidaknya ada beberapa tuntutan yang akan disampaikan pihaknya besok. Pertama, kata dia, tenaga honorer di desak agar DPRD mengesahkan APBD-P.  

 

“Terlepas dari persoalan politik.  Kita ingin tahu juga alasan DPRD. Sedangkan kedua,  kita berharap adanya peningkatan kesejahteraan honorer dan peningkatan status. Karena guru honorer di sini hanya Rp300 ribu per bulan gajinya,” katanya.

  

 

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

HIBURAN
Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:36

ARYADUTA Lippo Village, Tangerang, menghadirkan perayaan Halloween bertajuk MIDNIGHT SPELL: A Night of Music, Magic & Mystery pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill