Awas! Emosi Meledak Bisa Picu Serangan Jantung Mendadak, Simak Penjelasan Dokter Spesialis
Rabu, 23 September 2026 | 20:12
Marah hebat, stres berat, hingga kecemasan berlebihan sering kali dianggap sebatas persoalan emosional atau psikologis biasa.
TANGERANGNEWS.com- Seorang wanita di China bernama Pan Xiaoting, 24, mendadak meninggal saat melakukan siaran langsung mukbang pada Minggu, 14 Juli 2024.
Menurut China News, ia mengalami kematian saat melakukan tantangan ekstrem, makan tanpa henti selama lebih dari 10 jam.
Melansir dari kompas.com, hasil autopsi mengungkapkan, perut Xiaoting mengalami deformasi parah akibat penuh dengan makanan yang belum tercerna.
Insiden ini pun memicu perdebatan mengenai regulasi industri siaran langsung dan bahaya kesehatan dari pola makan ekstrem demi hiburan.
Sebagai informasi, Xiaoting awalnya adalah seorang pelayan biasa. Ia terinspirasi menjadi konten kreator setelah melihat temannya, Liu Qi, meraih kesuksesan melalui mukbang.
Xiaoting kemudian memutuskan mengikuti jejak Liu, meski awalnya hanya sedikit penonton yang menyaksikan aksinya.
Namun, seiring waktu, Xiaoting mulai mendapatkan perhatian lebih banyak dan menerima berbagai hadiah dari penonton selama siaran mukbangnya.
Dengan bertambahnya jumlah penggemar, ia mulai mencoba tantangan makan dan siaran yang lebih ekstrem, seperti mengonsumsi lebih dari 10 kilogram makanan dan berbagai jenis makanan berat.
Xiaoting tampak tidak takut dan bahkan bangga akan tantangan tersebut selama siaran langsungnya.
Padahal, sebelumnya ia pernah dirawat di rumah sakit karena pendarahan lambung akibat makan berlebihan, tetapi tetap melanjutkan mukbang keesokan harinya. Kekhawatiran keluarga dan peringatan warganet tidak diindahkannya.
Akhirnya, Xiaoting tidak mampu menahan tantangan ekstrem tersebut dan meninggal mendadak pada 14 Juli 2024.
Marah hebat, stres berat, hingga kecemasan berlebihan sering kali dianggap sebatas persoalan emosional atau psikologis biasa.
TODAY TAGDaratan baru seluas sekitar 30,3 hektare muncul di antara Pulau Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung, Lampung Selatan. Kemunculan daratan tersebut berasal dari material vulkanik yang terakumulasi selama aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Indonesia kini memasuki fase baru dalam transisi energi yang didorong oleh pesatnya ekspansi energi terbarukan serta peningkatan permintaan listrik dari sektor industrialisasi, elektrifikasi, dan perkembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan
Jenazah Surakman, 60, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, dijadwalkan diterbangkan dari Bengkulu menuju di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, pada Kamis 24 September 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews