Connect With Us

5.008 WNI Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan Menyusul Kerusuhan Pecah di Inggris

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 6 Agustus 2024 | 23:49

Kantor Kemenlu RI. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-​KBRI London telah sampaikan imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) di Inggris, meyusul kerusuhan yang terjadi di beberapa kota di kota tersebut.

Kericuhan tersebut yang terpicu oleh aksi penikaman di kelas tari di Southport, pada hari Senin 29 Juli 2024 lalu.

Mengutip situs Kemenlu, Masyarakat WNI diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, mempertimbangkan urgensi jika beraktivitas di luar rumah, hindari kerumunan massa dan lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya demonstran.

Para WNI diminta selalu memantau dan mengikuti arahan otoritas setempat.

Dalam kondisi darurat, segera hubungi nomor darurat setempat 112 atau 999 atau pun saluran kekonsuleran KBRI +447795105477 atau +447425648007.

Berdasarkan komunikasi dengan komunitas Indonesia, hingga saat ini tidak ada WNI yang menjadi korban.

Adapun jumlah WNI yang tercatat di beberapa kota di Inggris antara lain:

- Sunderland: 18

- Manchester: 532

- Leeds: 467

- Nottingham: 290

- Bristol: 228

- Liverpool: 134

- London: 3279

AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:36

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.

NASIONAL
Siap-siap, Ini Jadwal Pembelian Tiket Kereta untuk Lebaran 2026

Siap-siap, Ini Jadwal Pembelian Tiket Kereta untuk Lebaran 2026

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:56

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai mengumumkan jadwal pembelian tiket kereta api untuk angkutan Lebaran 2026.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill