Connect With Us

Banjir Bandang Tewaskan 1.000 Orang di Pakistan, Kemlu RI Pastikan WNI Aman

Redaksi | Senin, 29 Agustus 2022 | 08:50

Gadis-gadis menggunakan rakit sementara melintasi jalan yang banjir di daerah perumahan setelah hujan muson lebat di Karachi, Pakistan, (26/7/2022). (AFP / Rizwan Tabassum)

TANGERANGNEWS.com-Peristiwa banjir bandang yang disebabkan hujan monsun terjadi di Provinsi Balochistan dan Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan.

Berdasarkan data yang dihimpun, National Disaster Management Authority (NDMA) Pakistan pada Minggu, 28 Agustus 2022, mencatat sekitar 1.000 orang tewas akibat insiden banjir tersebut.

Pemerintah Pakistan pun telah mengumumkan kondisi darurat di wilayah terdampak.

Sherry Rehman, seorang senator Pakistan dan pejabat tinggi iklim negara itu, mengatakan dalam sebuah video yang diposting di Twitter bahwa Pakistan sedang mengalami bencana iklim yang serius, dan merupakan yang tersulit dalam dekade terakhir.

“Saat ini kami berada di titik nol dari garis depan peristiwa cuaca ekstrem, dalam gelombang gelombang panas yang tak henti-hentinya, kebakaran hutan, banjir bandang, beberapa ledakan danau glasial, peristiwa banjir, dan sekarang monsun monster. Semua melanda tanpa henti, hentikan kekacauan di seluruh negeri," katanya seperti dikutip dari The Associated Press pada Senin, 29 Agustus 2022.

Sementara itu, KBRI Islamabad dan KJRI Karachi telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan berkomunikasi dengan simpul komunitas Indonesia.

Adapun hingga saat ini tidak terdapat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban bencana banjir tersebut.

Jumlah WNI berdasarkan data Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) di Pakistan tercatat berjumlah 1.267 orang.

Mereka mayoritas bertempat tinggal di Karachi, Islamabad Lahore, Karachi, Rawalpindi, Sialkot, Gujrat dan Peshawar.

KBRI serta KJRI pun menyarankan WNI untuk menunda perjalanan ke lokasi rawan bencana. Di samping itu, WNI diharapkan segera menghubungi otoritas setempat dan Perwakilan RI terdekat jika terjadi situasi darurat.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BISNIS
Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:07

Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill