Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta
Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:41
Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
TANGERANGNEWS.com- Kepala Sub-Bidang Informasi Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko mengatakan, mulai Oktober sampai November 2017, Tangerang berpotensi turun hujan es. Sebab, pada awal bulan ini sampai bulan depan, memasuki masa awal musim penghujan, atau yang dikenal dengan masa transisi maupun pancaroba.
"Hujan es bisa terjadi selama masa awal musim penghujan," jelasnya, Senin (2/10/2017). BMKG telah melakukan pemantauan sejak pada hari Minggu (1/10/2017) sore kemarin. Diketahui, sempat terjadi hujan es di Kota Depok, Jawa Barat, selama kurang lebih setengah jam. Baca Juga : Hujan Es di Tangerang Diprediksi Hingga Akhir Bulan Maret
Menurut Hary, hujan es bisa ditandai dengan indikasi cuaca sehari sebelumnya, di mana udara pada malamnya hingga pagi esok terasa panas dan gerah. Kemudian, menjelang siang harinya, akan ada tumpukan awan putih yang secara cepat berubah menjadi awan abu-abu atau hitam. Jenis awan ini dikenal dengan nama Cumulonimbus (Cb).”Pemerintah harus memperhatikan itu, karena reklame dan pohon tumbang kemungkinan bisa terjadi. Jangan lupa mengantisipasi genangan sebagai dampak dari hujan deras,” katanya. (DBI/DBI)
Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
TODAY TAGBagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Kota Tangerang menyelenggarakan Program Sertifikasi Keahlian Kebandarudaraan Basic Airport Rescue Fire Fighting (ARFF) bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional bandara.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews