Connect With Us

Sekolah Tatap Muka Dimulai Juli 2021

Redaksi | Jumat, 26 Februari 2021 | 11:40

Ilustrasi kegiatan belajar. (Kompas.com / kompas.com)

 

TANGERANGNEWS.com-Setelah sempat dibatalkan, proses pembelajaran tatap muka di sekolah saat pandemi COVID-19 akhirnya mulai dibuka semester ini atau Juli 2021.

 

"Secara bertahap diusahakan di semester ini sudah buka," kata Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Jumeri seperti dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (26/2/2021).

 

Namun, terkait tahap pembukaan sekolah tersebut belum dijelaskan secara rinci.

 

Menurut Jumeri, sebelum dibuka, Kemendikbud mewajibkan pihak sekolah menyiapkan standar operasional maupun fasilitas untuk menjaga kesehatan lingkungan.

"Masa pembelajaran tatap muka digunakan untuk kampanye menjaga kesehatan bagi guru dan siswa, galakkan penyuluhan kepada siswa agar meningkat kesadarannya akan protokol kesehatan," ujarnya.

 

Pihak sekolah yang membuka proses pembelajaran tatap muka juga diminta untuk menjalin kerja sama dengan fasilitas kesehatan terdekat.

 

"Termasuk komunikasi antara pihak sekolah dan wali murid secara intensif," tukas Jumeri.

 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin sekolah dibuka mulai Juli 2021 menyusul vaksinasi COVID-19 terhadap tenaga pendidik serta guru. Pemerintah menargetkan 5 juta guru disuntik vaksin hingga Juni 2021.

NASIONAL
Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Senin, 6 Juli 2026 | 12:59

Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

HIBURAN
3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36

Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill