Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK
Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
TANGERANGNEWS.com-Setelah sempat dibatalkan, proses pembelajaran tatap muka di sekolah saat pandemi COVID-19 akhirnya mulai dibuka semester ini atau Juli 2021.
"Secara bertahap diusahakan di semester ini sudah buka," kata Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Jumeri seperti dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (26/2/2021).
Namun, terkait tahap pembukaan sekolah tersebut belum dijelaskan secara rinci.
Menurut Jumeri, sebelum dibuka, Kemendikbud mewajibkan pihak sekolah menyiapkan standar operasional maupun fasilitas untuk menjaga kesehatan lingkungan.
"Masa pembelajaran tatap muka digunakan untuk kampanye menjaga kesehatan bagi guru dan siswa, galakkan penyuluhan kepada siswa agar meningkat kesadarannya akan protokol kesehatan," ujarnya.
Pihak sekolah yang membuka proses pembelajaran tatap muka juga diminta untuk menjalin kerja sama dengan fasilitas kesehatan terdekat.
"Termasuk komunikasi antara pihak sekolah dan wali murid secara intensif," tukas Jumeri.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin sekolah dibuka mulai Juli 2021 menyusul vaksinasi COVID-19 terhadap tenaga pendidik serta guru. Pemerintah menargetkan 5 juta guru disuntik vaksin hingga Juni 2021.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
TODAY TAGPerkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan pergeseran pola konsumsi informasi ke media sosial (medsos) menjadi tantangan berat bagi industri media digital global maupun nasional.
Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyatakan ketersediaan energi listrik di wilayahnya saat ini berada dalam kondisi surplus sebesar 30 persen dari total kapasitas daya tampung pemakaian.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews