Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com-Mahasiswa Asal Bandung,Jawa Barat ini berhasil menciptakan aplikasi jual beli berbasis daring (e-commerce) yang dapat membantu mendongkrak perekonomian di masa pandemi ini.
Aplikasi tersebut di buat oleh Raihan Wisnu Javier dan menjadi pembuktian inovasi untuk kalangan mahasiswa di tengah pandemi COVID-19.
Ada berbagai macam produk yang anda bisa kunjungi di sana dari mulai peralatan elektronik kebutuhan fashion bahkan sampai ke produk digital terjual disana.
Untuk harganya pun sangat terjangkau dan sudah termasuk include ongkos kirim ke Indonesia.
Aplikasi ini akan segera launching selama 2 minggu kedepan,namun intensitas pelanggan sudah banyak antusias yang menanti peluncuran aplikasi ini.
Raihan mengatakan bahwa barang yang dia ambil beraneka ragam biasa dari import maupun berasal dari dalam negeri dan pelanggan dapat memberi rating bintang yang merupakan suatu penilaian didalam website tersebut dari segi kualitas barang ataupun pelayanan.
Raihan optimistis jika aplikasi ini akan dongkrak popularitas perekonomian dan akan bertahan karena kebutuhan media sosial sudah menjadi kebutuhan dari manusia era modern. “Memang sekarang zaman media sosial, jadi kami optimis ini akan bertahan. Apalagi sekarang tidak ada kuliah di kampus, jadi saya manfaatkan untuk mencari penghasilan dengan membuat aplikasi ini,” Ujar Raihan.
Dan di harapkan dengan ada nya website eccomerce tersebut dapat mendongkrak perekonomian khusus nya di era pandemi seperti sekarang ini agar tetap belanja dari dalam rumah.
Aplikasi website yang raihan buat tersebut bernama importinaja.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGPengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.
Sebanyak 106 anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti khitanan masal yang digelar Partai Solidaritas Indonesia di kawasan Ciputat Timur pada Minggu, 5 Juli 2026.
Tren pernikahan di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, mengalami pergeseran yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews