Connect With Us

Jaringan Relawan Kang Dedi Mulyadi Deklarasi Dukungan Maju Capres 2024

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 1 Februari 2022 | 20:56

Relawan Kang Dedi Mulyadi (KDM) lewat deklarasi di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa 1 Februari 2022. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Beberapa bulan terakhir gelombang gerakan dan dukungan rakyat untuk Mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjadi Calon Presiden (Capres) 2024 telah menggema di luar Jawa Barat. Dukungan tersebut bukan saja ramai di media sosial, namun juga terus bergulir dari satu provinsi ke provinsi lain.

Salah satu dukungan itu diberikan oleh masyarakat yang mengatasnamakan Jaringan Relawan Kang Dedi Mulyadi (KDM) lewat deklarasi di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa 1 Februari 2022.

Harapan tersebut tercermin dari hasil survey Top Of Mind oleh Lembaga Survey Indikator Politik Indonesia yang dirilis tanggal 09 Januari 2022. Hasil survei itu memunculkan nama Dedi Mulyadi dengan elektabilitas sebesar 1%.

“Angka ini membuka mata dan perhatian kita, karena nama Kang Dedi Mulyadi tidak pernah masuk dalam bursa Capres di lembaga survey manapun,” kata Jaringan Relawan KDM Riau Alfino Winarto.

Dalam momentum deklarasi ini pula, pihaknya melihat bahwa khusus untuk daerah Riau, kehadiran Dedi Mulyadi yang saat ini menjabat anggota DPR RI Komisi IV dalam menjalankan tanggung jawabnya sangat langka dilakukan oleh pejabat negara.Terutama dalam menyelamatkan aset negara yang di kuasai secara ilegal oleh pihak-pihak tertentu.

“Kami percaya, bahwa banyak masalah seperti yang terjadi di Riau juga terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Maka kami menyakini, bahwa problem-problem kerakyatan hanya bisa diselesaikan dengan kebijakan nasional, yang di pimpin oleh sosok kepala negara dengan karakter sepeti yang dimiliki oleh Kang Dedi Mulyadi,” kata Alfiano.

Bagi Alfiano, KDM merupakan figur yang peduli dengan masalah kesehatan, pendidikan dan lingkungan. “Hal tersebut bukan merupakan pencitraan semata, tetapi beliau sudah sering melakukan kegiatan terjun langsung kepada masyarakat dalam kesehariannya,” ujarnya.

Meskipun Dedi Mulyadi sempat merasa tidak punya tampang menjadi presiden karena berasal dari kampung saat menanggapi deklarasi dukungan relawan kepadanya. Bagi relawan, pernyataan rendah hati Dedi Mulyadi menjadi spirit untuk terus membangun gerakan ke berbagai daerah di Provinsi Riau.

“Khususnya ke desa-desa, bahwa rakyat menginginkan sosok yang lahir, besar dan berjuang dari desa menjadi pemimpin Indonesia saat Pilpres Tahun 2024 nanti,” jelas Alfiano.

Alfiano meyakini, bahwa soal kepemimpinan nasional bukan urusan tampang, tetapi nilai-nilai yang dimiliki seorang tokoh publik, keberpihakan pada rakyat, penguasaan akan akar masalah serta konsisten antara perkataan dan perbuatan.

Nilai nilai inilah yang tentu saja tidak dimiliki oleh sosok-sosok lain yang saat ini digaung-gaungkan menjadi Capres 2024.

“Dengan landasan berpikir yang kami jelaskan, maka dalam momentum deklarasi dukungan ini murni dari kalangan masyarakat berbagai elemen dan latar belakang yang ada di Riau, berkumpul atas nama Jaringan Relawan KDM untuk menyatakan sikap mendukung Kang Dedi Mulyadi menjadi calon Presiden 2024,” tandasnya.

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

PROPERTI
Paramount Land Ajak Masyarakat Eksplor Properti di Living World Alam Sutera

Paramount Land Ajak Masyarakat Eksplor Properti di Living World Alam Sutera

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Masyarakat yang sedang mencari hunian atau peluang investasi properti kini punya kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai produk unggulan dari Paramount Land melalui ajang Paramount Land Big Exhibition 2026.

OPINI
Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Senin, 20 April 2026 | 19:56

-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill