Connect With Us

Daya Listrik 450 VA Dikabarkan Bakal Dihapus, Tapi Dibantah Kementerian ESDM

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 13 September 2022 | 23:50

Ilustrasi Meteran listrik. (Kompas.com / Kompas.com)

TANGERANGNEWS.com-Daya listrik 450 volt ampere (VA) untuk rumah tangga dikabarkan akan dihapus atas hasil kesepakatan antara DPR RI dengan pemerintah. Namun, Kementerian ESDM membantah isu tersebut.

"Sepemahaman saya itu bukan kesepakatan," ungkap Plt Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa 13 September 2022.

Lebih tepatnya, penyaluran subsidi listrik, salah satunya kepada rumah tangga dengan daya listrik 450 VA, akan diupayakan pemerintah supaya tepat sasaran.

"Narasi lengkapnya adalah bahwa subsidi itu harus semakin tepat sasaran, termasuk untuk kelompok 450 VA," ujar Dadan.

Penghapusan listrik 450 VA ini awalnya disampaikan Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah. Ia mengklaim DPR dan pemerintah sepakat untuk menaikkan daya listrik 450 VA menjadi 900 VA.

"Kami sepakat dengan pemerintah untuk (menaikkan) 450 VA menjadi 900 VA, dan 900 VA menjadi 1.200 VA," kata Said.

Dengan demikian, masyarakat miskin yang memiliki daya listrik 450 VA akan otomatis dinaikkan menjadi 900 VA. Namun, pemerintah akan tetap memberikan subsidi listrik kepada mereka.

Adapun alasan kenaikan daya tersebut, yakni bakal mendorong konsumsi listrik rumah tangga. Permintaan (demand) akan naik, sehingga oversupply listrik akan berkurang.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill