Connect With Us

Ditemukan Warga saat Mencangkul Kebun, Ranjau Perang Dunia II Diserahkan ke TNI

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 15 September 2022 | 21:18

Ranjau darat bekas Perang Dunia II ditemukan warga di Maluku Utara. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Satu butir ranjau darat sisa Perang Dunia (PD) II diserahkan warga Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, kepada Satgas Batalyon Artileri Pertahanan Udara 3/Yudha Bhuana Yakca (Yonarhanud 3/Yby), Kamis 15 September 2022.

Ranjau itu merupakan temuan warga bersama Sandi Manisa pada saat mencangkul di kebun miliknya, pada tahun 2020 lalu.

"Handak (bahan peledak) tersebut di dapatkan sekitar tahun 2020 dengan kondisi isian dorong sudah hancur, namun fiuzenya masih aktif berkarat dan tertahan oleh lumpur," kata Dansatgas Mayor Arh Achmad Yani, melalui siaran pers.

Untuk mengetahui lebih detail apakah bahan peledak tersebut masih aktif atau tidak, Satgas membawa personel yang ahli di bidang senjata api, amunisi dan bahan peledak guna melakukan pengecekan.

"Setelah dirasa sudah aman bahan peledak tersebut diamankan di Kotis Satgas Yonarhanud 3/Yby," tutur Achmad Yani.

Sementara itu, Pasi Intel Satgas Lettu Arh Dwi Iswantoro menjelaskan Kecamatan Tobelo, Maluku Utara merupakan daerah yang dahulu pernah menjadi daerah konflik baik pada masa PD II, maupun terakhir saat konflik horizontal melanda.

"Karena itu masih banyak menyisakan barang-barang berbahaya tersimpan di masyarakat dari mulai senpi, amunisi hingga bahan peledak," katanya.

Dalam rangka menciptakan kamtibmas serta kehidupan yang aman, damai dan bahagia, Satgas Satuan Organik Yon Arhanud 3/Yby dihadirkan untuk melakukan langkah persuasif, agar masyarakat yang memiliki senpi atau peledak segera menyerahkannya. 

"Adanya Satgas ini sangat memberi dampak yang berarti untuk masyarakat Maluku Utara. Warga untuk kesekian kalinya dengan kesadaran sendiri menyerahkan benda-benda berbahaya, yang dapat memicu terjadinya kembali konflik tersebut," katanya.

 

NASIONAL
Soroti Relasi Kuasa Dugaan Pelecehan Seksual di Satpol PP Tangerang, Ombudsman Desak Usut Transparan

Soroti Relasi Kuasa Dugaan Pelecehan Seksual di Satpol PP Tangerang, Ombudsman Desak Usut Transparan

Minggu, 27 September 2026 | 20:40

Ombudsman Republik Indonesia (RI) menyoroti dugaan kasus pelecehan seksual oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang Ana Supriyatna yang dinilai terdapat relasi kuasa di dalamnya.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
Pemkab Tangerang Tolak Beri Bantuan Hukum Kasatpol PP Terkait Dugaan Pelecehan

Pemkab Tangerang Tolak Beri Bantuan Hukum Kasatpol PP Terkait Dugaan Pelecehan

Senin, 28 September 2026 | 20:04

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memastikan tidak akan memberikan pendampingan maupun bantuan hukum kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Tangerang, Ana Supriyatna.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill