Connect With Us

Desak Cabut Izin PT LIB, Ekonom Sebut Tragedi Kanjuruhan Dipicu Penyelenggara Cari Untung

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 6 Oktober 2022 | 15:58

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Muhammad Aras Prabowo. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Tragedi Kanjuruhan, Malang, mendapat perhatian dari Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Muhammad Aras Prabowo.

Menurut Aras, pemicu tragedi Kanjuruhan bukan hanya soal variabel keamanan, tapi juga  variabel keuntungan. Dalam hal Ini menjadi tanggung jawab PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku penyelenggara.

"PSSI dan PT. LIB, lebih mengedepankan variabel keuntungan dari pada variabel keamanan, tidak mempertimbangkan keselamatan banyak orang," tegasnya, melalui siaran pers yang diterima TangerangNews.com, Kamis 6 Oktober 2022.

Ia menjelaskan PT LIB adalah pihak ketiga yang digandeng oleh PSSI dalam penyelenggaraan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

"PT. LIB merupakan korporasi yang diberi tanggung jawab sebagai pelaksana teknis turnamen yang berujung pada tragedi berdarah, dimana ratusan suporter meninggal dunia, ditambah korban luka-luka yang masih dirawat di rumah sakit," terangnya.

Aras menyebut sejumlah fakta yang membuatnya menyimpulkan demikian. Misalnya yang pertama sedari awal pihak kepolisian sudah memberikan peringatan potensi gangguan keamanan, tapi tidak diindahkan. 

Kedua, kapasitas stadion yakni 38.000 orang, tapi tiket yang dicetak jumlahnya mencapai 42.000. Jumlah itu melebihi kapasitas Stadion sekitar 4.000 orang.

Ketiga, oleh Kepolisian meminta agar laganya dipercepat pukul 15.30 WIB untuk mengantisipasi kepadatan penonton. Sebaliknya, LIB tetap dengan keputusan awal pukul 20.00 WIB untuk memaksimalkan jumlah penonton. Pukul 20.00 WIB itu, orang-orang sudah pulang kantor ditambah malam minggu.

"Tiga indikator di atas cukup untuk menyimpulkan bahwa PSSI dan PT LIB lebih mengutamakan keuntungan dari pada keamanan," tegas Kepala Program Studi Akuntansi Unusia ini.

Fenomena di atas adalah perilaku ekonomi sebagian besar korporasi di Indonesia. Aras, mengutip Adam Smith menyatakan dalam tindakan ekonomi hanya ada kalkulatif keuntungan saja.

Perilaku ekonomi yang dipertontonkan dan berujung tragedi berdarah oleh PT LIB tidak hanya terjadi di korporasi persepakbolaan. 

"Tapi hampir seluruh korporasi di Indonesia dan dunia diberbagai bidang, khususnya korporasi tingkat safety yang tinggi seperti pertambangan, pengelolaan bahan kimia dan lain-lain," tukasnya.

Karena itu, sanksi yang setimpal untuk PT LIB adalah pencabutan izin dan pembubaran korporasi. Ini patut menjadi refleksi bagi seluruh korporasi dalam menjalankan operasinya.

"Meminjam pesan Gusdur bahwa yang terpenting dalam politik adalah kemanusiaan, jika saya hiaskan dalam perilaku ekonomi bahwa yang terpenting dari laba adalah kemanusiaan," tutupnya.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

BANTEN
Kemarau Ekstrem, Pemprov Banten Kaji Penetapan Status Siaga Bencana Kekeringan

Kemarau Ekstrem, Pemprov Banten Kaji Penetapan Status Siaga Bencana Kekeringan

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:41

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berencana menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan, menyusul banyaknya kebakaran dan kekurangan air bersih akibat fenomena El Nino Godzilla yang melanda wilayah tersebut.

TEKNO
AI dan Medsos Picu Trafik Situs Berita Anjlok hingga 70 Persen

AI dan Medsos Picu Trafik Situs Berita Anjlok hingga 70 Persen

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:15

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan pergeseran pola konsumsi informasi ke media sosial (medsos) menjadi tantangan berat bagi industri media digital global maupun nasional.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill