ALVAboard Tawarkan Solusi Kemasan Efisien di Tengah Tekanan Biaya Industri
Senin, 9 Februari 2026 | 14:21
Penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability) semakin menjadi agenda strategis bagi sektor industri di Indonesia.
TANGERANGNEWS.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan posisi matahari yang berada tepat di atas Ka'bah, Kota Mekkah, pada 26 hingga 30 Mei 2023.
BMKG mengungkap, fenomena itu dapat menyebabkan perbedaan pada arah kiblat.
"Peristiwa tersebut hanya berlaku untuk Indonesia bagian Barat dan Tengah bagian Barat," jelas BMKG melalui akun Instagram resminya, @tandawaktubmkg.
Untuk itu, BMKG mengingatkan agar kembali mengecek arah kiblat yang sesuai dalam periode tanggal tersebut.
"Sesuaikan jam yang digunakan dengan jam atom BMKG di https://jam.bmkg.go.id atau https://ntp.bmkg.go.id," ujar BMKG.
Selain itu, gunakan alat yang dapat dijadikan tegak lurus pada permukaan datar, seperti bandul, tiang, maupun dinding bangunan yang tegak lurus dengan tanah datar.
"Lakukan proses kalibrasi sejak 5 menit sebelum dan sesudah 16.18 WIB atau 17.18 WITA (waktu puncak)," terang BMKG.
Terakhir, perhatikan bayangan yang terjadi saat waktu puncak. Tarik garis dari ujung bayangan hingga ke posisi alat. Garis itulah arah kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi Matahari saat tepat berada di atas Ka'bah.
"Kondisi seperti ini akan terulang tiap tahunnya pada tanggal 26 hingga 30 Mei dan 14 sampai 18 Juli," kelas BMKG.
Sedangkan, untuk wilayah Indonesia bagian Timur dan sebagian Indonesia Tengah bagian Timur penentuan arah kiblatnya dapat dilakukan ketika Matahari berada pada posisi antipoda, yakni berlawanan arah Ka'bah yang terjadi setiap pada 14 Januari pukul 06.30 WIT dan 29 November pukul 06.09 WIT.
Penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability) semakin menjadi agenda strategis bagi sektor industri di Indonesia.
TODAY TAGDalam rangka memastikan seluruh rangkaian acara Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Lapangan Masjid KP3B, Kota Serang, Banten
Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews