Connect With Us

Hore, BMKG Prediksi Kemarau Panjang Berakhir Pada Oktober 2023

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 4 Oktober 2023 | 16:46

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat memberikan keterangan pers terkait akhir musim kemarau panjang di Jakarta, Selasa, 03 Oktober 2023 (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau panjang akan selesai pada akhir Oktober 2023.

Lalu, secara bertahap akan mulai beralih ke musim hujan pada awaln November 2023 mendatang.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memaparkan, awal musim hujan diprediksi tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah Indonesia lantaran tingginya keragaman iklim.

Adapun puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada Januari hingga Februari 2024. Sebab, fenomena El Nino level moderat masih akan bertahan hingga tahun depan.

"Sesuai prediksi BMKG, puncak dampak El Nino terjadi pada bulan September, namun tadi kami juga menganalisis dari data satelit yang terkini, terlihat Oktober ini nampaknya intensitas El Nino belum turun," ujar Dwikorita dalam keterangannya, Selasa 03 Oktober 2023.

Lebih lanjut Dwikorita menjelaskan, awal musim hujan memiliki kaitan dengan peralihan Monsun Australia menjadi Monsun Asia.

Saat ini, kata Dwikorita, Monsun Asia tengah mulai memasuki wilayah Indonesia, sehingga menjadi penyebab awalnya musim hujan pada November 2023 mendatang.

"Artinya pengaruh El Nino akan mulai berkurang oleh masuknya musim hujan sehingga diharapkan kemarau kering ini segera berakhir secara bertahap," tambahnya.

Kendati demikian, Dwikorita mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran di sisa akhir musim kemarau ini.

"Jadi, jangan mencoba-coba untuk dengan sengaja atau tidak sengaja untuk mengakibatkan nyala api karena pemadamannya akan sulit untuk dilakukan," pungkasnya.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

PROPERTI
Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar

Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:00

Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill