Connect With Us

KPU Catat 35 Orang Meninggal Setelah Hitung Suara di TPS Pemilu 2024

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 17 Februari 2024 | 10:25

Rumah duka petugas KPPS berinisial S, 43, yang meninggal saat bertugas di Taman Nuri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Kamis 15 Februari 2024. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com- Sebanyak 35 orang dilaporkan meninggal dunia usai bertugas dalam penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mencatat dari jumlah tersebut 23 di antaranya merupakan anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), tiga panitia pemungutan suara (PPS) dan sembilan petugas perlindungan masyarakat (linmas).

"Data kematian dan sakit Badan Ad hoc periode tanggal 14-15 Februari 2024 update data, 16 Februari 2024, pukul 18.00 WIB meninggal 35 orang dengan rincian KPPS 23 orang," beber Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari dalam keterangannya pada, Jumat, 16 Februari 2024.

Sementara itu, 3.909 lainnya dilaporkan jatuh sakit usai melakukan penghitungan suara, meliputi 119 panitia pemilihan kecamatan (PPK), 596 PPS, 2.878 KPPS dan 316 petugas linmas.

OPINI
Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Banten: Sebuah Surat Terbuka

Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Banten: Sebuah Surat Terbuka

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:38

Dalam balutan seminar nasional itu, Anda memamerkan angka 60 ribu siswa sekolah gratis seolah-olah itu adalah tiket emas menuju surga kesejahteraan.

AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:36

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.

BISNIS
Baja Murah Impor dari China Tekan Kinerja Pabrik Industri di Indonesia 

Baja Murah Impor dari China Tekan Kinerja Pabrik Industri di Indonesia 

Jumat, 6 Februari 2026 | 11:09

Arus masuk baja impor berharga rendah dari China dinilai terus menekan kinerja industri baja nasional. Kondisi tersebut berdampak langsung pada melemahnya produksi dalam negeri karena pasar dipenuhi produk impor yang lebih murah dan sulit disaingi.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill