Connect With Us

Susah Punya Anak Gegara Infertilitas, Begini Cara Mengatasinya Menurut Dokter

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 12 Juni 2024 | 09:20

Ilustrasi hamil. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Mempunyai anak merupakan harapan banyak pasangan yang telah menikah. Namun, keinginan untuk segera memiliki momongan tidak selalu bisa terpenuhi dengan cepat.

Hal itu dikenal dengan infertilitas, pasangan suami istri dianggap mengalami infertilitas jika mereka telah berhubungan intim secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi selama satu tahun tetapi belum juga mendapatkan anak.

Berdasarkan laporan terbaru dari World Health Organization (WHO), sekitar 17,5 persen populasi dewasa mengalami masalah infertilitas.

Infertilitas bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang mempengaruhi sistem reproduksi baik pada pria maupun wanita. Pada wanita, penyebabnya bisa meliputi kelainan pada tuba falopi, penyakit pada ovarium seperti Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS), kelainan pada rahim seperti endometriosis, dan ketidakseimbangan hormon. 

Sementara pada pria, penyebabnya bisa berupa sumbatan pada saluran reproduksi yang mengganggu pengeluaran sperma, ketidakseimbangan hormon yang mempengaruhi kualitas sperma, masalah pada testis seperti varicocele, dan lainnya.

Untuk itu, tak jarang pasangan suami istri melakukan berbagai cara untuk mengatasi masalah infertilitas, salah satunya dengan metode akupuntur.

Dokter Spesialis Akupunktur Bethsaida Hospital dr. Febyana Anggraeni Tjahjar, Sp.Ak, menjelaskan, terapi akupunktur merupakan metode pengobatan yang menggunakan jarum halus yang ditusukkan pada titik-titik akupunktur di permukaan tubuh untuk mempengaruhi fungsi fisiologis dan mengobati penyakit. 

Menurutnya, WHO sendiri telah merekomendasikan terapi ini sebagai bagian dari upaya kesehatan.

Stimulasi titik akupunktur dapat mengatur atau meregulasi konsentrasi neurotransmiter seperti beta endorfin, enkefalin, serotonin, dan dopamin. 

Khusus untuk program hamil, stimulasi titik akupunktur dapat memberikan berbagai manfaat. Berikut diantaranya:

1. Mengatur keseimbangan hormonal sehingga dapat meningkatkan kualitas sel sperma dan sel telur pada calon ayah dan ibu, serta membantu mengatasi kondisi seperti PCOS dan endometriosis.

2. Mengatur faktor imunitas yang dapat menghambat penempelan embrio pada rahim, serta melancarkan peredaran darah di sekitar rahim dan testis.

3. Mengurangi stres oksidatif yang bisa menjadi penyebab varicocele pada calon ayah.

4. Memodifikasi saraf aferen pada tingkat spinal yang dapat membantu mengatasi masalah ereksi pada pria.

5. Mengatasi stres dan kecemasan pada calon ayah dan ibu.

Infertilitas ialah kondisi yang sulit dihadapi, dan menjalani program hamil pun merupakan perjalanan yang tidak mudah. 

Dijelaskan dr. Febyana, tujuan utama dalam manajemen infertilitas adalah mengidentifikasi penyebab yang mendasari kondisi tersebut serta menilai kemungkinan untuk mengembalikan kesuburan. 

Penanganan infertilitas dapat dimulai dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, mengikuti program hamil, dan tentunya terapi akupunktur.

BISNIS
Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:29

Setelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa secara resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan.

TANGSEL
329 Rumah Tak Layak Huni di Tangsel Rampung Diperbaiki, Pondok Aren Dapat Jatah Terbanyak

329 Rumah Tak Layak Huni di Tangsel Rampung Diperbaiki, Pondok Aren Dapat Jatah Terbanyak

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:35

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menyelesaikan perbaikan 329 unit Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH) sepanjang 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANTEN
20 Ribu Sarjana di Tangerang Raya Nganggur, Terbanyak di Kota Tangerang

20 Ribu Sarjana di Tangerang Raya Nganggur, Terbanyak di Kota Tangerang

Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:41

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak ada 20.878 pengangguran dengan tingkat pendidikan Sarjana di wilayah Tangerang Raya yang mencakup Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill