Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANGNEWS.com- Pemerintah akan menerapkan kebijakan pembatasan distribusi BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan Solar, yang rencananya berjalan efektif pada Oktober atau November 2024.
Oleh karena itu, pengisian BBM bersubsidi hanya dapat dilakukan oleh kendaraan yang terdata dalam sistem pendaftaran khusus.
Namun, kebijakan ini hanya berlaku untuk kendaraan roda empat, sementara kendaraan roda dua masih dapat mengisi BBM bersubsidi seperti biasa.
Bagi pengemudi yang ingin tetap bisa mengakses BBM subsidi, harus memastikan telah mendaftar pada aplikasi MyPertamina. Berikut caranya.
Jika pendaftaran berhasil, pengguna akan menerima barcode yang bisa digunakan untuk mengisi BBM bersubsidi di SPBU.
Barcode ini berisi kuota harian yang diberikan, misalnya 120 liter per hari untuk Pertalite. Simpan barcode ini dengan baik karena akan digunakan setiap kali mengisi BBM.
Selain mengakses BBM subsidi, aplikasi ini juga dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi mengenai harga BBM di SPBU terdekat, serta memudahkan kamu dalam memantau kuota BBM subsidi yang diterima setiap hari.
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TODAY TAGAsosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.
PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews