Connect With Us

PLN Dorong Investasi Strategis untuk Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 26 November 2024 | 06:13

Kegiatan talkshow bertajuk "8% Economic Growth and Energy Transition: Challenges and Opportunities" yang menjadi bagian dari rangkaian acara Electricity Connect 2024 di Jakarta, Jumat, 22 November 2024. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Komisaris Utama PT PLN (Persero), Burhanuddin Abdullah, mengungkapkan bahwa PLN tengah mengambil berbagai langkah strategis untuk menarik investasi dalam pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). 

Hal ini disampaikan dalam pembukaan talkshow bertajuk "8% Economic Growth and Energy Transition: Challenges and Opportunities" yang menjadi bagian dari rangkaian acara Electricity Connect 2024 di Jakarta, Jumat, 22 November 2024. 

Burhanuddin menjelaskan, investasi dalam EBT tidak hanya mendukung transisi energi yang lebih berkelanjutan tetapi juga berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional.  

"Kita berupaya menjajaki dan mengembangkan solusi pembiayaan proyek EBT yang sejalan dengan komitmen kita untuk transisi energi yang mulus dan berkelanjutan," ujarnya.  

PLN juga berkomitmen mengembangkan teknologi inovatif untuk mendukung pengembangan EBT sekaligus memperkuat kapasitas domestik. Salah satu langkah strategis adalah pembangunan fasilitas manufaktur panel surya bertaraf internasional.  

Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya mengurangi ketergantungan pada impor, tetapi juga akan memperkuat industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja.

Di tengah tantangan global, lanjut Burhanuddin, perusahaan harus membangun kepercayaan investor melalui transparansi dan regulasi yang jelas.  

"Transparansi, regulasi dan komunikasi yang terbuka menjadi kunci dalam membangun kepercayaan dan meningkatkan keyakinan investor di sektor EBT," jelasnya.  

Ia juga mendorong PLN untuk terus beradaptasi terhadap perubahan melalui pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menarik lebih banyak investor, serta memiliki fondasi keuangan yang kuat untuk mendukung proyek-proyek EBT.  

"Selama bertahun-tahun, PLN secara konsisten memecahkan rekor perolehan laba perusahaan. Fondasi finansial ini perlu terus diperkuat sehingga dapat mendorong proyek-proyek EBT, mempercepat peralihan menuju energi ramah lingkungan," katanya.  

Selain itu, PLN tengah mengembangkan platform digital yang dapat memberikan informasi rinci tentang proyek EBT secara realtime untuk menarik minat investor.  

"Kami tengah menyiapkan suatu platform digital yang dapat diakses secara realtime dan transparan. Dengan begitu akan menarik minat investor karena dapat menguraikan secara rinci potensi, risiko dan kebutuhan pendanaan tiap proyek pengembangan EBT," tutup Burhanuddin.  

TANGSEL
Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:52

Polsek Serpong, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) memusnahkan sebanyak 46 juta butir obat keras golongan G dengan berbagai jenis. Obat keras itu merupakan hasil penggerebekan gudang di Jalan Raya Bogor, kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

KAB. TANGERANG
Pemuda di Kosambi Ditangkap Edarkan 1.918 Obat Keras Ilegal

Pemuda di Kosambi Ditangkap Edarkan 1.918 Obat Keras Ilegal

Kamis, 6 Agustus 2026 | 13:42

1.918 butir obat keras jenis Tramadol dan Hexymer dalam operasi yang dilakukan di wilayah Kosambi, Kabupaten Tangerang.

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill