Connect With Us

Mulai Juni hingga Juli 2025, Pemerintah Salurkan 250 Ribu Ton Beras Murah 

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 10 Juni 2025 | 10:19

Bulog menyalurkan beras ke sejumlah toko untuk menekan kenaikan harga di Kota Tangerang, Senin 28 Agustus 2023. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com- Sebanyak 250 ribu ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP akan digelontorkan pemerintah mulai bulan ini hingga Juli 2025. Penyalur ini merupakan bagian dari intervensi pemerintah untuk menekan harga beras yang masih tinggi di sejumlah wilayah.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyampaikan, distribusi beras SPHP akan diprioritaskan ke daerah-daerah yang harga berasnya sudah melampaui batas kewajaran. 

Sementara daerah dengan harga beras yang stabil atau masih tergolong rendah belum menjadi sasaran utama demi menjaga agar harga tidak anjlok di tingkat petani.

"SPHP disiapkan 1,5 juta ton setahun, (untuk Juni-Juli) disalurkan 250 ribu ton. Sebelumnya Januari-Februari 2025 181 ribu ton," kata Arief dikutip dari detikFinance, Selasa 10 Juni 2025.

Penyaluran beras SPHP ini dilakukan bersamaan dengan program bantuan pangan yang menyasar 18,3 juta keluarga penerima manfaat atau KPM. 

Setiap keluarga akan mendapatkan jatah 10 kilogram beras per bulan, sehingga selama Juni dan Juli total beras yang diterima bisa mencapai 20 kilogram per keluarga.

Beras SPHP akan didistribusikan melalui pasar tradisional hingga jaringan ritel modern. Penjualannya mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium, yaitu Rp12.500 per kilogram. Umumnya, beras SPHP dijual dalam kemasan lima kilogram seharga sekitar Rp62.000 per bungkus.

Pemerintah juga menyesuaikan harga sesuai zona wilayah. Untuk zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, HET ditetapkan Rp12.500 per kilogram. 

Sementara untuk zona 2 yang mencakup wilayah Sumatera selain Lampung dan Sumsel, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur, harga tertingginya Rp13.100 per kilogram. Zona 3 yang meliputi Maluku dan Papua memiliki HET tertinggi yakni Rp13.500 per kilogram.

Arief menyebut, distribusi beras SPHP akan lebih difokuskan ke daerah-daerah yang mengalami lonjakan harga, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan, distribusi SPHP tersebut sebaiknya tidak dilakukan di wilayah yang harga berasnya masih rendah. Menurutnya, hal itu justru dapat merugikan petani karena akan menekan harga gabah dan beras di tingkat produksi.

"Pada tempat yang harga masih relatif rendah atau ada harga beras di bawah HPP (Harga Pembelian Pemerintah) di tempat itu, jangan keluar SPHP, kenapa? Tambah menekan harga di tingkat petani dan itu membuat petani kita bisa terpuruk," kata Amran.

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

BISNIS
Catat Pendapatan Rp30,9 Triliun, Bank Danamon Naik ke Peringkat 44 Daftar Fortune Indonesia 100

Catat Pendapatan Rp30,9 Triliun, Bank Danamon Naik ke Peringkat 44 Daftar Fortune Indonesia 100

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:16

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) berhasil naik peringkat dalam jajaran 100 perusahaan terbesar di Indonesia versi Fortune Indonesia 100 Tahun 2026.

KOTA TANGERANG
Kebut Pengerjaan, Menteri PUPR Targetkan Normalisasi Kali Angke Tangerang Rampung Desember 2026

Kebut Pengerjaan, Menteri PUPR Targetkan Normalisasi Kali Angke Tangerang Rampung Desember 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

TANGERANGNEWS.com-Upaya penanganan banjir di Kota Tangerang dan wilayah sekitarnya terus dikebut melalui proyek percepatan normalisasi Kali Angke.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill