Connect With Us

Waspada Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem, BMKG Pastikan Kemarau Basah Berlangsung hingga Oktober 2025

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 8 Juli 2025 | 12:41

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan hujan deras masih akan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia meskipun sudah memasuki musim kemarau.

Anomali curah hujan yang telah terjadi sejak Mei 2025 diprediksi akan terus berlanjut hingga Oktober mendatang, dengan curah hujan di atas normal yang melanda banyak daerah.

"Melemahnya Monsun Australia yang berasosiasi dengan musim kemarau turut menyebabkan suhu muka laut di selatan Indonesia tetap hangat dan hal ini berkontribusi terhadap terjadinya anomali curah hujan tersebut," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers daring bertajuk Perkembangan Cuaca dan Iklim, Senin, 7 Juli 2025.

Selain anomali suhu laut, aktivitas gelombang atmosfer seperti gelombang Kelvin di utara Jawa, pelambatan dan belokan angin di bagian barat dan selatan Jawa, serta labilitas atmosfer lokal mempercepat pembentukan awan hujan. 

Prediksi dari BMKG dan sejumlah pusat iklim global menyebut, fenomena ENSO dan IOD masih berada di fase netral pada semester kedua 2025, sehingga turut memperkuat potensi terjadinya kemarau basah.

Dwikorita juga menjelaskan, prediksi BMKG sejak Maret lalu menunjukkan bahwa musim kemarau tahun ini akan mengalami kemunduran di sekitar 29 persen wilayah Zona Musim (ZOM), khususnya di Lampung, Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT. 

Data hingga akhir Juni 2025 menunjukkan baru 30 persen ZOM yang telah memasuki kemarau, jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi normal sebesar 64 persen.

Fenomena cuaca ekstrem yang kerap muncul dalam beberapa hari terakhir turut mengancam sejumlah wilayah padat penduduk dan destinasi wisata, termasuk Jabodetabek, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, NTB, Maluku, dan Papua.

"Hujan ekstrem tersebut berdampak kepada banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang. Hujan lebat juga terjadi di wilayah Tangerang dan Jakarta Timur yang mengakibatkan genangan, kerusakan infrastruktur, dan gangguan aktivitas masyarakat," jelasnya.

BMKG memperkirakan, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi selama sepekan ke depan, khususnya di wilayah Jawa bagian barat dan tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, NTB, Maluku Tengah, serta Papua bagian tengah dan utara. Puncak potensi hujan intensif diperkirakan akan bergeser ke wilayah Indonesia tengah dan timur pada periode 10–12 Juli.

Untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem ini, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca Tri Handoko Seto mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BNPB, BPBD, serta operator transportasi. Bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga mulai digelar untuk menekan risiko bencana.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap siaga terhadap potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang. Sebab, berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, pohon tumbang, serta gangguan transportasi, terutama di kawasan padat penduduk dan daerah rawan bencana.

KAB. TANGERANG
Banjir 2,5 Meter Rendam Perumahan Taman Cikande Tangerang Sampai Atap

Banjir 2,5 Meter Rendam Perumahan Taman Cikande Tangerang Sampai Atap

Kamis, 22 Januari 2026 | 20:26

Perumahan Taman Cikande yang terletak di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang kembali dilanda banjir usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut, pada Kamis 22 Januari 2026.

TEKNO
Saldo Tiba-tiba Habis? Kenali Penipuan Modus Wallet Drainer dan Cara Pencegahannya

Saldo Tiba-tiba Habis? Kenali Penipuan Modus Wallet Drainer dan Cara Pencegahannya

Selasa, 20 Januari 2026 | 16:13

Kasus saldo kripto yang mendadak terkuras tanpa disadari semakin sering terjadi. Salah satu penyebab yang kini banyak digunakan penipu adalah wallet drainer, alat berbahaya yang mampu menguras aset kripto hanya lewat satu persetujuan transaksi.

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

TOKOH
Innalillahi, Epy Kusnandar ”Kang Mus” Meninggal Dunia

Innalillahi, Epy Kusnandar ”Kang Mus” Meninggal Dunia

Rabu, 3 Desember 2025 | 18:21

Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Aktor senior Epy Kusnandar meninggal dunia pada Rabu, 3 Desember 2025.Informasi tersebut pertama kali dibagikan melalui unggahan akun Instagram istrinya, Karina Ranau.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill