Connect With Us

Jangan Lupakan Derita Gaza

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 19 September 2025 | 18:49

Fajrina Laeli S.M, Aktivis Muslimah. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

‎Penulis: Fajrina Laeli, S.M., Aktivis Muslimah.

TANGERANGNEWS.com-‎Gaza terus diserang tanpa belas kasihan. Serangan demi serangan menjadi bukti nyata bahwa kejahatan Zionis Yahudi kian meningkat dari hari ke hari, pekan ke pekan hingga tahun ke tahun. Meninggalkan derita yang seolah tak pernah menemukan akhir bagi rakyat Gaza yang hanya mempertahankan tanahnya.

‎Terbukti pada Sabtu (6/9/2025), militer Israel meminta warga Palestina di Kota Gaza, kota terbesar di wilayah tersebut, untuk mengungsi ke Selatan. Operasi ini mencakup seluruh kota, setelah berminggu-minggu melancarkan serangan di utara atas perintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk merebut kota itu (republika.co.id, 6/9/25).

‎Dibalik instruksi resmi tersebut tersimpan ironi yang sejatinya adalah alarm kejahatan Zionis Yahudi yang kian meningkat, memaksa penduduk sipil meninggalkan rumahnya di bawah bayang-bayang serangan tanpa henti.

‎Netanyahu menegaskan Kota Gaza sebagai basis Hamas yang harus dikuasai untuk mengalahkan kelompok militan Palestina, tak peduli jika operasi ini mengancam penggusuran ratusan ribu warga.

‎Militer Israel, melalui juru bicaranya, Avichay Adraee, menyerukan warga Kota Gaza untuk mengungsi ke Khan Younis dengan janji adanya makanan, perawatan medis, dan tempat berlindung. Namun, klaim itu berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan, pasukan Israel telah menguasai hampir separuh Kota Gaza dan terus bergerak maju ke pusat kota setelah berminggu-minggu melancarkan serangan besar-besaran.

‎Perintah Netanyahu untuk merebut Kota Gaza, meskipun ditentang sebagian pimpinan militer, tetap dijalankan dengan pengerahan puluhan ribu pasukan cadangan, sebuah keputusan yang kian memperburuk penderitaan warga sipil.

‎Diselimuti kelaparan. Dibiarkan ketakutan. Pelarangan bantuan medis. Penyerangan  pengungsian, rumah sakit, dan bangunan. Darah para syuhada yang memerahkan tanah Palestina. Semua itu terus menerus terjadi bagaikan neraka di bumi. Ironisnya, dunia seolah lupa dan tutup mata bahwa sejatinya Gaza masih terus menderita dibawah pijakan kaki Zionis Yahudi.

‎Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, menyebutkan Israel makin berani karena adanya “pembiaran dan diamnya komunitas internasional yang memalukan.” (tempo.co, 15/9/2025).

‎Inilah fakta, ketika Dunia Muslim memilih diam dan para penguasa Arab mengkhianati amanahnya. Akhirnya, Zionis Yahudi makin leluasa menumpahkan kejahatan. Alih-alih membela sesama Muslim, para pemimpin Muslim ini justru menutup mata. Bantuan kemanusiaan dari beberapa negara memang ada, tetapi tidak cukup untuk menghentikan kezaliman Zionis Yahudi, serta membebaskan Gaza dari belenggu kesengsaraan dunia.

‎Umat manusia di berbagai negara merasa geram, karena kejahatan Zionis Yahudi tidak bisa lagi ditoleransi. Hingga muncullah penggalangan dana dan bantuan, lalu mengirimkannya melalui misi Gaza Sumud Flotilla, sebuah gerakan yang diharapkan sebagai solidaritas lintas bangsa untuk mendukung rakyat Gaza yang terus menderita.

‎Armada sipil internasional bernama Global Sumud Flotilla kini berlayar di Laut Mediterania, menantang blokade Israel atas Gaza. Dengan lebih dari 50 kapal dan relawan dari 44 negara, inisiatif terbesar ini dipandang sebagai manifesto moral masyarakat sipil dunia atas krisis kemanusiaan yang menimpa Gaza (rri.co.id, 2/9/25).

‎Sayangnya, solusi kemanusiaan ini tidaklah cukup menghentikan kejahatan Zionis. Gaza tetap terjajah, sedangkan kebebasan yang didambakan olej rakyatnya masih jauh dari kenyataan. 

‎Sejatinya, tidak ada solusi lain yang bisa mengobati duka Gaza selain jihad. Inilah solusi hakiki yang Islam hadirkan sebagai penawar. Berkaca dari berbagai upaya individu hingga kelompok besar yang diterapkan tidak berdampak banyak pada ancaman genosida yang diterima.

‎Inilah sebuah jalan perjuangan yang menuntut pengorbanan jiwa, harta, dan tenaga demi menegakkan kalimat Allah serta melindungi kaum tertindas. Jihad bukan sekadar simbol, melainkan kewajiban nyata yang diarahkan untuk menghentikan kezaliman dan menegakkan keadilan di tengah umat.

‎Seharusnya, negara dengan mayoritas rakyat muslim bersatu di bawah komando pemimpin. Dengan pengumpulan kekuatan militer dari berbagai negara sangat cukup untuk membantu Palestina merdeka. Sayangnya, hal tersebut tidak mungkin terkabul karena umat Muslim hari ini tersekat-sekat oleh negara, sehingga tidak menganggap urusan Muslim di negara lain sebagai urusannya juga.

‎Sejatinya, umat tidak boleh berhenti hanya pada seruan kemanusiaan semata, tetapi harus meningkatkan tuntutannya dengan mendesa bantuan militer yang nyata untuk menghentikan genosida di Gaza. Hanya dengan kekuatan yang terorganisir dan keberanian untuk bertindak, pembantaian yang dilakukan oleh Zionis dapat dihentikan. Diam atau sekadar mengandalkan kecaman internasional hanya akan memberi ruang bagi kejahatan untuk terus berlangsung.

‎Perkara besar seperti ini menuntut pergerakan besar pula, sebuah kebangkitan umat yang terarah dan bersatu untuk mengakhiri penjajahan. Tanpa langkah besar dan menyeluruh, derita rakyat Gaza hanya akan terus berulang tanpa kepastian kebebasan yang sejati.

‎Sungguh hanya dengan kepemimpinan Islam, Gaza dapat dibebaskan. Di bawah komando jihad seorang khalifah dapat dipastikan dan dijamin kesiapan militer untuk membebaskan Gaza, Palestina. Wallahu'Alam bissawab.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

BISNIS
GIIAS 2026 Dibuka Besok di ICE BSD, Cek Harga Tiket, Akses Jalan dan Titik Parkir

GIIAS 2026 Dibuka Besok di ICE BSD, Cek Harga Tiket, Akses Jalan dan Titik Parkir

Rabu, 29 Juli 2026 | 18:02

Pameran otomotif terbesar di Indonesia, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, kembali hadir di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Kabupaten Tangerang, pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.

HIBURAN
Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari

Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari

Rabu, 29 Juli 2026 | 16:10

Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

TANGSEL
Perempuan di Pondok Aren Ditangkap Buang Mayat Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Pacar

Perempuan di Pondok Aren Ditangkap Buang Mayat Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Pacar

Kamis, 30 Juli 2026 | 21:08

Kepolisian menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan sesosok mayat bayi perempuan di teras Klinik Amalia, Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill