Connect With Us

Usung Konsep Modern Tropis, Paramount Petals Tangerang Hadirkan Klaster Gardenia Seharga Mulai Rp889 Jutaan

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 25 Agustus 2022 | 20:46

Bangunan Klaster Gardenia di Jalan Boulevard No 9, kawasan kota mandiri Paramount Petals, Kelurahan Cukang Galih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Setelah sukses menjual Klaster Aster dan Canna, Paramount Petals kembali meluncurkan hunian ketiganya yakni Klaster Gardenia. Hunian berkonsep modern tropis ini dipasarkan dengan harga mulai dari Rp889 jutaan.

Berlokasi di Jalan Boulevard No 9, kawasan kota mandiri Paramount Petals, Kelurahan Cukang Galih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Klaster Gardenia akan dibangun sebanyak 400 unit dengan tiga tipe urukan.

"Klaster Gardenia ini merupakan penyempurnaan dari dua klaster sebelumnya, dari spek bangunan maupun desain. Bisa dibilang ini produk terbaik kita saat ini," kata VP Sales & Marketing Paramount Petals Mario Susanto saat soft launching dan opening show unit, Kamis 25 Agustus 2022.

Menurut Mario, Klaster Gardenia akan dipasarkan secara bertahap dalam jumlah terbatas mulai dari 200 unit. Pendaftaran Nomor Urut Pemesanan (Pra-NUP) telah berlangsung selama 20 Agustus hingga 5 Oktober 2022. Nantinya unit akan dilaunching secara resmi pada 7 Oktober.

"Kami memberikan promo terbatas berita Voucher Cashback sampai dengan Rp20 juta untuk pemesanan 200 unit pertama. Pembayaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan mulai dari super cash, tunai keras, KPR, hingga tunai bertahap," ujar Mario.

Sementara itu, Direktur Planning & Design Paramount Land Henry Napitulu menjelaskan, Klaster Gaenia memiliki konsep fasad Modern Tropical yang dikombinasikan dengan lingkungan yang nyaman dan natural.

Ada beberapa fitur desain yang menarik seperti yang menampilkan elemen jendela tinggi dan besar untuk pencahayaan maksimal. Plafon mengikuti bentuk kemiringan atap sehingga ruangan terasa lebih luas dan besar.

"Lalu, konsep mezzanine sebagai area multifungsi yang bisa menjadi ruangan kerja atau keluarga. Hunian ini juga memiliki desain yang fit dan compact serta mengoptimalisasi tata ruang," jelasnya.

Adapun tiga tipe ukuran yang dihadirkan yakni lebar 6, 7 dan 8 meter serta panjang yang bervariasi yaitu 12-15 meter. Setiap unit Gardenia terdiri dari dua hingga 3 kamar tidur yang dilengkapi AC di kamar tidur utama, 1-2 kamar mandi, ruang tamu, dapur serta carport.

"Harganya mulai Rp889 juta (lebar 6), sedangkan yang paling tinggi Rp1,2 miliar (lebar 8)," terang Henry. 

Gardenia juga memiliki taman di area depan dan belakang rumah, sehingga tetap menghadirkan suasana alami serta menciptakan  cross ventilation yang baik.

"Untuk melengkapi gaya kenyamanan dan gaya hidup modern, Gardenia juga dilengkapi oleh smart door lock dan electrical water heater," papar Henry.

KOTA TANGERANG
Alun-alun Ahmad Yani Kota Tangerang Bakal Direvitalisasi Tahun Ini, Adaptasi Konsep Alun-alun Sempur Bogor

Alun-alun Ahmad Yani Kota Tangerang Bakal Direvitalisasi Tahun Ini, Adaptasi Konsep Alun-alun Sempur Bogor

Senin, 12 Januari 2026 | 20:25

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan kembali merevitalisasi Alun-alun Ahmad Yani yanh ditargetkan rampung pada 2026.

PROPERTI
Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Jumat, 9 Januari 2026 | 18:47

Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.

OPINI
Pendidikan sebagai Perlawanan Perempuan terhadap Kemiskinan Struktural

Pendidikan sebagai Perlawanan Perempuan terhadap Kemiskinan Struktural

Senin, 12 Januari 2026 | 20:30

Kemiskinan tidak pernah benar-benar netral. Ia punya wajah, dan sering kali wajah itu adalah perempuan. Ketika kemiskinan terjadi, perempuan biasanya menjadi pihak yang paling dulu mengalah, paling lama bertahan, dan paling sedikit didengar.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill