Connect With Us

Gedung Kramat 106, Indekos Tokoh Pergerakan yang Jadi Saksi Bisu Lahirnya Sumpah Pemuda

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 28 Oktober 2022 | 11:21

Gedung Kramat 106. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Gedung Kramat 106 di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta, menjadi saksi bisu lahirnya Sumpah Pemuda. Gedung yang pernah dihuni tokoh-tokoh pergerakan nasional ini menjadi sejarah perjalanan para pemuda untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Melansir dari kompas.com, para tokoh pergerakan nasional yang pernah menghuni gedung itu rata-rata pelajar School tot Opleiding van Inlandsche Artsen atau sekolah kedokteran STOVIA dan pelajar dari RS (Rechtsschool).

Sebut saja seperti Muhammad Yamin, Aboe Hanifah, Amir Sjarifuddin, A.K. Gani, Mohammad Tamzil, dan Assaat dt Moeda, Soerjadi, Assaat, Abu Hanifah, Abas.

Ada juga Hidajat, Ferdinand Lumban Tobing, Soenarko, Koentjoro Poerbopranoto, Mohammad Amir, Roesmali, Mohammad Tamzil, serta penghuni lainnya, ada Soemanang, Samboedjo Arif, Mokoginta, Hassan, dan Katjasungkana. 

Mereka merupakan tokoh yang melahirkan ikrar Sumpah Pemuda.

Lokasi Kongres Pemuda

Lantaran luasnya 460 meter persegi, akhirnya indekos ini dijadikan sebagai lokasi Kongres Pemuda kedua tahun 1928 yang dihadiri hingga lebih dari 700 pemuda.

Sie Kong Lian sebagai pemilik kos-kosan itu memberikan kebebasan bagi para pelajar untuk menggelar diskusi termasuk merumuskan Sumpah Pemuda.

Gedung kos yang diberi nama Commensalen Huis oleh para penghuninya itu populer sebagai tempat melakukan kegiatan pergerakan oleh berbagai organisasi pergerakan pemuda.

Tokoh penting seperti Soekarno dan tokoh-tokoh Algemeene Studie Club Bandung pun sering hadir di Gedung Kramat 106 untuk membicarakan format perjuangan.

Beberapa kongres lain pernah diadakan di gedung kos itu, seperti Sekar Roekoen, Pemuda Indonesia, PPPI. Kemudian, gedung ini pernah menjadi sekretariat PPPI dan sekretariat majalah Indonesia Raja yang dikeluarkan PPPI.

Lalu, sekitar 1927 gedung Kramat 106 yang semula bernama Langen Siswo diberi nama Indonesische Clubhuis atau Clubgebouw (gedung pertemuan) lantaran seringnya digunakan oleh berbagai organisasi. 

Gedung ini diputuskan akan diselenggarakan Kongres Pemuda Kedua pada Oktober 1928. Soegondo Djojopuspito, ketua PPPI, terpilih sebagai ketua kongres. Pada Kongres Pemuda Pertama telah berhasil diselesaikan perbedaan-perbedaan sempit berdasarkan kedaerahan dan tercipta persatuan bangsa Indonesia.

Menjadi Museum

Setelah digelarnya Sumpah Pemuda, para penghuninya meninggalkan gedung Indonesische Clubgebouw karena telah menyelesaikan pendidikannya.

Sepeninggalan para penghuninya, gedung kos itu sempat beralih fungsi menjadi rumah tinggal pada 1934-1937, kemudian menjadi toko bunga pada 1937-1948, lalu menjadi Hotel Hersia pada tahun 1948 – 1951.

Beralih fungsi kembali pada 1951-1970 menjadi instansi pemerintah, yakni Kantor Inspektorat Bea dan cukai.

Gedung Kramat 106 itu kemudian dipugar pada 3 April 1973 dan selesai pada 20 Mei 1973, berubah fungsi menjadi museum dengan nama Gedung Sumpah Pemuda.

Peralihan fungsi menjadi museum tersebut lantaran perannya menjadi saksi sejarah perjalanan panjang perjuangan kemerdekaan para pemuda pemudi Indonesia.

TANGSEL
SISGITA Tangsel Direplikasi 58 Daerah, Petakan Objek Pajak dan Tanah Secara Presisi

SISGITA Tangsel Direplikasi 58 Daerah, Petakan Objek Pajak dan Tanah Secara Presisi

Selasa, 22 September 2026 | 19:18

Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak (SISGITA) milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, terpadu, dan berbasis digital menjadi daya tarik bagi 58 pemda.

TEKNO
Download Aplikasi by.U: Cara Instal dan Kenali Fitur Utamanya

Download Aplikasi by.U: Cara Instal dan Kenali Fitur Utamanya

Senin, 21 September 2026 | 17:29

Aplikasi by.U menjadi pusat pengelolaan layanan yang bisa kamu akses langsung dari perangkat mobile. Dari satu aplikasi, kamu dapat mengecek kuota, melakukan pembelian, melihat promo, mengumpulkan uCoin, dan mencari hiburan ketika sedang senggang.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill