Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Tangerang selain menjadi kota seribu industri juga menjadi gudangnya properti seperti rumah.
Banyak tersedia rumah di Tangerang dengan berbagai variasi harganya. Lantaran merupakan kota yang sedang berkembang pesat, harga rumah di Tangerang melonjak cukup tinggi meski masih di bawah Jakarta.
Tak perlu khawatir, tersedia rumah subsidi dengan harga yang lebih murah sebagai jawaban solusinya. Rumah subsidi dibangun dengan harga terjangkau yang diperoleh melalui skema KPR, baik secara konvensional maupun dengan skema syariah.
Tidak sulit untuk menjumpai rumah bersubsidi di Tangerang, salah satunya adalah perumahan di Pondok Permata Cisoka, Kelurahan Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang dikembangkan oleh PT Cipta Griya Jaya bagian dari Real Estate Indonesia (REI).
BACA JUGA: IMB Diganti PBG, Ini Perbedaannya!
Melansir dari genpi.co, Senin 7 November 2022, ada sebanyak 16 unit rumah subsidi yang disediakan oleh pengembang.
Salah satu unit rumah subsidi dibanderol seharga Rp168 juta dengan luas bangunan 30 meter persegi dan luas lahan 60 meter persegi, lengkap dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi.
Adapun spesifikasinya, atap dengan genting beton, dinding yang terdiri dari batako plester dan dicat, lalu lantainya dikeramik dengan pondasi batu kali disemen halus.
Bagi yang berminat dapat mengunjungi kantor pemasaran dari pengembang rumah tersebut yang berlokasi di di Pondok Permata Cisoka No. A2/1, Kelurahan Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TODAY TAGWarga di kawasan GOR Rawa Kambing, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, dibuat panik setelah lingkungannya tiba-tiba tergenang air usai hujan deras pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Rencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews