Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar
Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:00
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TANGERANGNEWS.com-Tangerang selain menjadi kota seribu industri juga menjadi gudangnya properti seperti rumah.
Banyak tersedia rumah di Tangerang dengan berbagai variasi harganya. Lantaran merupakan kota yang sedang berkembang pesat, harga rumah di Tangerang melonjak cukup tinggi meski masih di bawah Jakarta.
Tak perlu khawatir, tersedia rumah subsidi dengan harga yang lebih murah sebagai jawaban solusinya. Rumah subsidi dibangun dengan harga terjangkau yang diperoleh melalui skema KPR, baik secara konvensional maupun dengan skema syariah.
Tidak sulit untuk menjumpai rumah bersubsidi di Tangerang, salah satunya adalah perumahan di Pondok Permata Cisoka, Kelurahan Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang dikembangkan oleh PT Cipta Griya Jaya bagian dari Real Estate Indonesia (REI).
BACA JUGA: IMB Diganti PBG, Ini Perbedaannya!
Melansir dari genpi.co, Senin 7 November 2022, ada sebanyak 16 unit rumah subsidi yang disediakan oleh pengembang.
Salah satu unit rumah subsidi dibanderol seharga Rp168 juta dengan luas bangunan 30 meter persegi dan luas lahan 60 meter persegi, lengkap dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi.
Adapun spesifikasinya, atap dengan genting beton, dinding yang terdiri dari batako plester dan dicat, lalu lantainya dikeramik dengan pondasi batu kali disemen halus.
Bagi yang berminat dapat mengunjungi kantor pemasaran dari pengembang rumah tersebut yang berlokasi di di Pondok Permata Cisoka No. A2/1, Kelurahan Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TODAY TAGSolana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews