Connect With Us

Ungkapan Atlet Cabor BMX Kota Tangerang yang Gagal Raih Emas Porprov VI Banten

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 22 November 2022 | 23:17

Penyerahan medali kepada atlet cabor BMX Porprov VI Banten di Stadion Benteng Reborn Kota Tangerang, Selasa, 22 November 2022. (Achmad Irfan Fauzi / @TangerangNews.com)

TANGERANGNEWS.com-Tuan rumah Kota Tangerang gagal meraih medali emas dari cabang olahraga (cabor) BMX pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Banten.

Bertanding di Stadion Benteng Reborn Kota Tangerang pada Selasa, 22 November 2022, atlet Karnadi, mengaku dirinya gugup.

"Ikut kompetisi ini saya akui agak gugup," jelasnya.

Ia pun harus puas dengan raihan medali perak. Meski demikian, ia mengaku bersyukur atas capaian yang diraihnya ini. 

"Tapi saya coba hadapi dan alhamdulillah bisa saya lalui, tapi harus puas saya di peringkat kedua," ungkapnya.

BACA JUGA: Keindahan Freestyle Bawa Kota Serang Raih Emas Cabor BMX Porprov VI Banten

Peserta BMX freestyle ini hanya diikuti tiga daerah peserta, yakni Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Serang.

Kepala DPMPTSP Kota Tangerang Taufik Syahzaeni selaku bapak cabor BMX Kota Tangerang mengatakan, cabor BMX freestyle park ini perdana dipertandingan Porprov VI Banten. 

Meski tergolong cabor yang kurang populer, tetapi tetap menjadi acuan Pemkot Tangerang dalam upaya meraih juara umum.

"Selamat kepada para pemenang, Kota Tangerang belum mendapat emas. Alhamdulillah Kota Tangerang mendapat perak dan perunggu ke depan kita harus tingkatkan dan perbaiki," ungkapnya.

BISNIS
Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:29

Setelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa secara resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan.

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill