KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com- Pelatih Persita Tangerang Divaldo Alves mengungkapkan alasan tim besutannya kalah telak dari PSIS Semarang.
Dalam laga pekan ke-19 BRI Liga 1 2023-2024, di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Kamis, 09 November 2023, PSIS berhasil mengoleksi empat gol tanpa balas.
Kendati demikian, Divaldo mengaku telah mengetahui seberapa kuat permainan dan cara PSIS membangun serangan.
Oleh karena itu, ia menilai permainan Pendekar Cisadane masih cukup stabil di babak pertama meski telah kebobolan satu gol.
Namun, lagi-lagi karena kehilangan fokus akhirnya pundi-pundi gol PSIS Semarang terus tambah tanpa bisa memberi gol balasan.
"Mereka (PSIS) lebih efektif dari kita. Walaupun kita ada beberapa situasi dan taktik kita berjalan, tapi mereka lebih efektif," ujar Divaldo dalam sesi jumpa pers pascapertandingan.
Sementara itu, striker Rendy Juliansyah menyebut laga kali ini Persita memiliki sejumlah peluang yang sayangnya belum dapat dimanfaatkan dengan baik.
Meski mengawali debutnya dengan hasil kurang baik, pemain berusia 21 tahun berstatus pinjaman dari Persik Kediri ini berharap pertandingan pekan selanjutnya dapat berbuah poin untuk Persita.
"Untuk pertandingan hari ini semua pemain dan staf pelatih sudah berusaha semaksimal mungkin," ucapnya.
Selanjutnya, Persita akan menjamu Rans Nusantara FC di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, pada Kamis, 23 November 2023, mendatang.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGErupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang berlangsung sejak awal September 2026 mulai mereda. Namun, paparan abu vulkanik yang sebelumnya menyebar ke sejumlah wilayah tetap perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews