Connect With Us

DPRD Dituding Inkonsisten Terkait Terminal Pondok Cabe

Bastian Putera Muda | Minggu, 26 Januari 2014 | 22:28

Terminal Pondok Cabe (Bastian / TangerangNews)

TANGSEL-DPRD Kota Tangsel dituding inkonsisten atas sikap Terminal Pondok Cabe yang akan ditutup. Padahal, beberapa waktu lalu wakil rakyat  menyambut baik akan dioperasikannya terminal yang dulu digarap Pemkab Tangerang tersebut.

Wakil Paguyuban Perusahaan Oto (PO) Bus Mitra Niaga, Chandra Wibawa mengatakan,  Komisi 4 DPRD Kota Tangsel inkonsisten dalam persoalan terminal Pondok Cabe.

"Dewan tidak konsisten, waktu sidak ke Terminal (Pondok Cabe) mereka menyambut baik dengan adanya terminal ini, jika itu demi kepentingan masyarakat sekitar, nah sekarang berubah untuk menutup," ujarnya, Minggu (26/1).

Pihaknya juga mempertanyakan, kenapa sikap dewan berbeda dengan kunjungan awalnya. Padahal, hingga saat ini terminal pondok cabe yang luasnya mencapai 25 hektare itu  hanya difungsikan untuk parkir bus AKAP dari 50 perusahaan.

"Kenapa ditutup, dibuka aja juga belum, apanya yang ditutup," katanya.

Kalau sikap dewan terkait pembukaan loket di terminal Pondok Cabe dan keinginan mereka untuk menutup itu, Chandra mengatakan, dirinya bersama masyarakat yang tinggal di Pondok Cabe akan melakukan unjuk rasa terkait rencana dewan tersebut.

"Besok (Senin) kita dipanggil Dinas Perhubungan terkait surat dewan meminta terminal Pondok Cabe ditutup, jika hasilnya mesti ditutup, kita akan aksi," terangnya.

Kepala Dishubkominfo Kota Tangsel, Sukanta mengaku,  tak habis pikir, bila saat ini dewan malah berbalik mengeluarkan sikap tak setuju dengan difungsikannya kembali Terminal Pondok Cabe.

Bahkan, pihaknya menilai, saat mengeluarkan sikap seolah-olah setuju dihadapan puluhan pengelola PO AKAP dan beberapa warga di lokasi, adalah sikap dewan yang tak bernyali.

"Dilapangan setuju, kenapa sekarang malah gini?! DPRD seperti tidak bernyali," tegasnya.

Sukanta pun mengaku bingung, warga mana yang dinilai tak setuju mengenai berfungsinya kembali terminal Pondok Cabe tersebut. Lagi pula, berfungsinya Pondok Cabe, bukan sebagai terminal, melainkan hanya tempat parkir atau pull bis saja.

"Dibuka saja belum, sudah ngirim surat perintah penutupan saja," ucapnya.

Ketua Komisi 4 DPRD Kota Tangsel Gacho Sunarso menuturkan, permintaan ditutupnya terminal dikarenakan  belum sesuai dengan standar untuk menjadi lahan parkir bus.

Belum adanya peraturan daerah terkait retribusi terminal, belum adanya izin yang jelas untuk terminal tersebut serta DED terminal belum final.

"Kita mempertanyakan hal tersebut, kita menyuratkan kepada wali kota untuk menutup terminal pondok cabe ini," terangnya.
BANTEN
Jadi Penggerak Ekonomi Nasional, PLN Beri Suplai Kelistrikan untuk Sektor Kelautan dan Perikanan

Jadi Penggerak Ekonomi Nasional, PLN Beri Suplai Kelistrikan untuk Sektor Kelautan dan Perikanan

Kamis, 9 Juli 2026 | 18:44

PT PLN (Persero) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan yang terintegrasi dengan pengelolaan ruang laut.

OPINI
Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:58

Masuknya MA swasta ke dalam Program Sekolah Gratis sejatinya merupakan langkah yang sudah semestinya dilakukan. Madrasah Aliyah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi berilmu

AYO! TANGERANG CERDAS
Jadwal dan Materi MPLS SMP 2026 yang Resmi dari Kemendikdasmen

Jadwal dan Materi MPLS SMP 2026 yang Resmi dari Kemendikdasmen

Rabu, 8 Juli 2026 | 13:45

Tahun ajaran baru 2026/2027 segera dimulai. Sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas, seluruh siswa baru jenjang SMP akan menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari.

HIBURAN
Nagita Ungkap Alasan Pendapatan RANS Turun, Kurangi Ketergantungan Raffi Ahmad

Nagita Ungkap Alasan Pendapatan RANS Turun, Kurangi Ketergantungan Raffi Ahmad

Jumat, 10 Juli 2026 | 16:23

Direktur Utama PT RANS Entertainment Indonesia Tbk Nagita Slavina mengungkap, alasan di balik penurunan pendapatan perusahaan dalam dua tahun terakhir.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill