Connect With Us

100 Motor Trail Dishub untuk Kendalikan Macet di Tangsel

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 25 Oktober 2015 | 16:25

Benyamin Davnie (Dira Derby / Tangerangnews)

 

TANGERANG SELATAN-Untuk mencegah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semakin macet, Pemkot Tangsel telah mempersiapkan 100 personel petugas Dinas Perhubungan (Dishub) untuk berada di sejumlah titik kemacetan yang ada tersebut.

“ Upaya kita dalam jangka pendek untuk menyelesaikan persoalan kemacetan salah satunya adalah dengan menerjunkan 100 orang personel lengkap menggunakan sepeda motor trail,” terang Benyamin Davnie Wakil Wali Kota Tangsel, Minggu (25/10/2015).

Perluasan jalan juga diperlukan, karenanya setelah  Jalan Ciater, pihaknya akan meneruskan perluasan Jalan Serua, Ciputat.  Jalan di Kota Tangsel memang diakuinya masih memerlukan perluasan atau pelebaran.

“Bahkan juga memang ada PKL yang membuat sempit, tetapi kalau pun kita tertibkan PKL itu bukan soal bagaimana menangani macet di Tangsel, tetapi itu memang kewajiban kami menertibkan PKL,” terang Benyamin.

 
BANTEN
KEK ETKI Banten Cetak Investasi Rp1,08 Triliun dan Serap 432 Tenaga Kerja

KEK ETKI Banten Cetak Investasi Rp1,08 Triliun dan Serap 432 Tenaga Kerja

Senin, 19 Januari 2026 | 21:04

Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau yang dikenal sebagai D-HUB SEZ mencatatkan performa impresif dalam peta ekonomi nasional.

KAB. TANGERANG
Total Ada 29,5 Hektare Sawah di Kabupaten Tangerang Gagal Panen Gegara Banjir

Total Ada 29,5 Hektare Sawah di Kabupaten Tangerang Gagal Panen Gegara Banjir

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:20

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mencatat ada sebanyak 29,5 hektare area persawahan di daerahnya yang gagal panen akibat terendam banjir.

BISNIS
Beli Motor Honda di Tangerang Dapat Diskon Promo Tahun Baru Sampai Rp2 Juta, Ini Rinciannya

Beli Motor Honda di Tangerang Dapat Diskon Promo Tahun Baru Sampai Rp2 Juta, Ini Rinciannya

Jumat, 9 Januari 2026 | 20:41

Promo spesial berupa potongan harga sampai Rp2 juta ini berlaku hingga akhir Januari untuk membantu konsumen memiliki motor impian dengan lebih mudah dan hemat.

OPINI
Miras dan Prostitusi Sumber Malapetaka, Bukan Sumber Pendapatan Asli Daerah

Miras dan Prostitusi Sumber Malapetaka, Bukan Sumber Pendapatan Asli Daerah

Senin, 19 Januari 2026 | 15:43

Demi meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah), Pemerintah Kota melalui DPRD nya melakukan rencana untuk melegalisasi miras dan prostitusi dengan rencana akan merevisi undang-undang tentang larangan miras dan prostitusi.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill