Connect With Us

Proyek Fly Over Gaplek Digugat Warga Tangsel

Denny Bagus Irawan | Selasa, 12 April 2016 | 08:00

Perempatan Gaplek, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga kini belum juga dimulai proyek pembangunan fly over di daerah tersebut. Hal itu dikarenakan adanya gugatan warga sekitar kepada Pemkot Tangsel. (Istimewa / @TangerangNews.com)

 

TANGERANG SELATAN-Proyek pembangunan fly over di perempatan Gaplek, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini masih terkendala dengan masalah pembebasan lahan. Warga setempat masih berusaha terus meminta keadilan atas harga tanah yang menyatakan tak ada rasa adil.

 

Meski sempat menemui kekalahan dan hanya beberapa gugatan diterima, gugatan masyarakat setempat kini telah sampai pada Kasasi di Mahkamah Agung.   Kini proyek sepanjang 980 meter yang  ditargetkan mulai dibangun 2013 lalu pun jalan ditempat.

 

"Proses gugatan kini sedang Kasasi di Mahkamah Agung,"ujar kuasa hukum 22 pemilik lahan Endang Hadrian, hari ini.  

 

Endang mengakui proses panjang pengadilan seputar gugatan itu berimbas pada proyek tersebut yang kini membuat lahan dalam status quo. " Statusnya kini status quo sampai ada keputusan yang inkrah,"katanya.

Para pemilik lahan, menurut Endang, terdiri dari pemilik usaha di Simpang Gaplek, Pamulang. Mereka diantaranya terdiri dari pemilik bangunan rumah sakit, minimarket hingga restoran cepat saji."Klien kami menolak keputusan tim aprrisal Tangsel yang memberikan ganti rugi dengan nilai yang sama Rp 7 juta/meter,"katanya.

Menurut Endang, semestinya Pemerintah Tangsel memberikan nilai ganti-rugi yang berbeda pada tanah dan bangunan yang selama ini telah digunakan untuk usaha.

"Ini harga tanah kosong dengan tempat usaha dipukul rata, disamakan,"katanya.

Karena tidak setuju dengan nilai ganti rugi itu, puluhan pemilik lahan dan bangunan untuk proyek jembatan layang itu pada tahun lalu mengugat ke PN Tangerang. Namun, PN Tangerang hanya mengabulkan satu dari dua tuntutan warga yaitu, Pemkot Tangsel membayar tanah lebih warga, sementara untuk perbedaa besaran nilai ganti-rugi ditolak. " Kami mengajukan kasasi, pemerintah Tangsel juga kasasi atas putusan PN itu,"kata Endang. Kini putusan bergulir di MA.

 

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangsel, Retno Prawati mengakui jika proyek jembatan layang senilai Rp130 miliar itu belum bisa dikerjakan karena sebagian lahan yang belum bisa dibebaskan.

 

"Padahal kami sudah menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahannya,"kata Retno.  Dia menyayangkan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tidak juga memulai pembangunan pada lahan yang sudah dibebaskan.    "Karena sudah banyak juga lahan yang sudah beres," katanya.

 

Retno berharap, tahun ini konstruksi jembatan layang sudah dimulai dan pembangunan bisa dipercepat untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Pamulang dan sekitarnya itu.

 

Jembatan layang Gaplek Pamulang akan dibangun dengan lebar 28 meter dan rancangannya  seperti Fly Over Casablanca, Kuningan, Jakarta Selatan. Di bawah jembatan layang itu juga dibangun taman serta halte untuk menunggu angkutan umum.

Fly over gaplek akan dilalui beberapa trayek misalkan Ciputat-Parung dan Parung-Lebak Bulus akan melintas dibawah dan putar balik di bawah fly over. Hal yang sama juga dialami oleh trayek Lebak Bulus-Muncul akan melintas di bawah fly over.

 

HIBURAN
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Kawasan Pintu Air 10, Jadi Tempat Syuting Film Teranyar Lisa Blackpink dan Ma Dong-seok

Rekayasa Lalu Lintas Jalan Kawasan Pintu Air 10, Jadi Tempat Syuting Film Teranyar Lisa Blackpink dan Ma Dong-seok

Kamis, 29 Januari 2026 | 07:43

Sat Lantas Polres Metro Tangerang Kota menerapkan rekayasa lalu lintas selama beberapa hari ke depan seiring dengan penggunaan lokasi tersebut sebagai salah satu titik syuting film internasional terbaru yang dibintangi Lisa BLACKPINK

TOKOH
Innalillahi, Istri Pesulap Merah Marcel Radhival Meninggal Dunia

Innalillahi, Istri Pesulap Merah Marcel Radhival Meninggal Dunia

Selasa, 27 Januari 2026 | 15:05

Kabar duka datang dari pesulap Marcel Radhival atau yang lebih dikenal publik sebagai Pesulap Merah. Istri tercintanya, Tika Mega Lestari, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 27 Januari 2026, dini hari.

WISATA
Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:51

Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.

BANTEN
Waspada, BMKG Ingatkan Hujan 3 Hari di Tangerang Awal Februari 2026

Waspada, BMKG Ingatkan Hujan 3 Hari di Tangerang Awal Februari 2026

Sabtu, 31 Januari 2026 | 21:05

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Tangerang Raya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang masih akan terjadi pada awal Februari 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill