Connect With Us

Operasi Patuh 2017 di Tangsel turunkan 150 Personel

Yudi Adiyatna | Selasa, 9 Mei 2017 | 19:30

Logo Polantas (@TangerangNews2017 / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Satlantas Polres Tangsel menggelar Operasi Patuh 2017 yang dimulai Selasa (9/5/2017) sampai pada Senin (22/5/2017) mendatang.

Operasi yang digelar disejumlah titik di Tangsel itu langsung memberikan tindakan tegas kepada pengendara sepeda motor atau pun mobil yang kedapatan melanggar.

"Kami langsung melakukan proses tilang di tempat dengan tilang biru," ujar Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan, AKP Lalu Hedwin kepada TangerangNews.com

Untuk diketahui, tilang warna biru sendiri merujuk pada blangko slip warna biru untuk pelanggar wajib membayar denda tilang melalui Bank yang telah ditunjuk, yakni BRI.

Dengan tilang berwarna biru maka pengendara yang terkena tilang tidak perlu lagi mengikuti sidang di Pengadilan. Namun, slip tilang berwarna Biru ini dikenai denda sesuai dengan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan.

"Ada 150 personel yang diturunkan dalam Operasi Patuh 2017 di Tangsel kali ini," ujar Edwin.

Edwin pun meambahkan tujuan dari adanya Operasi Patuh 2017 kali ini, agar para pengendara lebih  tertib berlalu lintas.

Selain itu, operasi kali ini juga bertujuan menurunkan angka kecelakaan dan menurunkan titik kemacetan lalu lintas yang ada di Tangsel.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill