Dari Hobi Berujung Rezeki, Ratusan Kicau Mania Padati Talaga Bestari Tangerang
Minggu, 14 Juni 2026 | 21:59
Hobi memelihara burung berkicau ternyata tak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang rezeki yang menjanjikan.
TANGERANGNEWS.com-Seorang Ayah Tiri berinisial JS, 31, warga Gang Arinda, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel tega melakukan pencabulan terhadap kedua anak tirinya PA, 10, dan ROR, 7.
Perbuatan bejat pria pengangguran terhadap kedua anak ini terjadi saat Ibu korban pergi berjualan mencari nafkah untuk keluarganya.
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho kepada TangerangNews.com, Kamis (20/7/2017) mengatakan, pada bulan Februari lalu, JS memaksa puterinya, PA, memegang alat kemaluannya dan kemudian menyetubuhi korban yang masih berusia 10 tahun.
"Pelaku mengancam supaya korban tidak melaporkan ke Ibunya, selain itu pelaku juga melakukan pencabulan terhadap puteranya, ROR, dengan cara memegang dan mengulum alat kelaminnya," ungkap Alex.
Setelah perbuatan bejatnya diketahui sang Istri dan dilaporkan kepada pihak kepolisian pada April 2017 lalu, JS kemudian melarikan diri ketempat keluarganya di Grobogan, Jawa Tengah.
"Setelah dilakukan pengejaran oleh tim Vipers dan Unit VI PPA Reskrim Polres Tangsel selama dua bulan, akhirnya Rabu (19/7) kemarin, pelaku berhasil kita amankan di Grobogan, " tutur Alex.
Saat ini pelaku ditahan di Mapolres Tangsel untuk penyelidikan lebih lanjut. Pelaku terancam dikenakan Pasal 81 dan 82 UU Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.(RAZ)
Hobi memelihara burung berkicau ternyata tak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang rezeki yang menjanjikan.
TODAY TAGKasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Di tengah maraknya tren perawatan kulit (skincare) yang berkembang pesat di masyarakat, jaminan keamanan produk dan validitas berbasis bukti ilmiah kini menjadi prioritas utama yang tidak boleh ditawar.
Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews