KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Malang benar nasib yang dialami ES, 45. Warga asal Sukabumi yang tinggal di Jalan H Sarmah, RT 04/07, Kelurahan Parigi Lama, Kecamatan Pondok Aren, Tangsel ini ditemukan tewas, Minggu (07/08/2017) di kamar kontrakannya.
ES tewas diduga karena sakit tipus yang sudah dideritanya selama dua minggu. Parahnya lagi, berdasarkan keterangan dari tetangga korban, ES yang merupakan seorang kontraktor ini ditinggal sang istri sirinya saat sakit. Diduga karena usahanya sebagai kontraktor sedang mengalami kebangkrutan.
“Benar awalnya korban merupakan seorang kontraktor, kemudian pailit (bangkrut),” ujar Kasubag Humas Polres Tangsel Iptu Mulyawan, Senin (07/08/2017)
Lebih lanjut Mulyawan menceritakan, awalnya sejak dua hari lalu korban diketahui tidak keluar rumah, lalu para tetangga berinisiatif mencari tahu dan mengetuk pintu rumahnya.
“Para tetangga awalnya hendak membesuknya namun karena dipanggil berkali-kali tidak ada jawaban, kemudian mereka berupaya masuk lewat pintu depan dan ditemukan korban dalam kondisi tertelungkup dan sudah meninggal dunia,” kata Mulyawan.
Kini oleh pihak kepolisian dibantu dengan warga, jasad ES dibawa ke RSUD Tangerang untuk dilakukan visum. Sementara tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.(RAZ)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPolda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews