Kualitas Udara Kategori Tidak Sehat, Coway Boyong Solusi Filtrasi Canggih ke ICE BSD City
Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:50
Kualitas air dan udara di Indonesia kini menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau panjang akibat fenomena cuaca ekstrem.
TANGERANGNEWS.com- Pemkot Tangsel berencana Layanan light rail transit (LRT) dari Rawa Buntu di Serpong, Tangsel hingga Batu Ceper, Kota Tangerang nantinya akan terkoneksi dengan layanan kereta Bandara Soekarno-Hatta.
"Jadi dalam rencana detail kita, penumpang LRT dari Tangsel nanti dapat melanjutkan perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta naik kereta, jadi enggak usah bawa kendaraan pribadi lagi," ujar Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Aplahunnajat, Kamis (7/9/2017). BACA JUGA : Kereta Bandara Soetta Ditargetkan Uji Coba November, Beroperasi 2018
Disebutkan Aplah, penumpang LRT yang turun di Batu Ceper nantinya dapat melanjutkan perjalanannya melalui kereta bandara. “Hingga kini proyek tersebut masih dalam tahap penentuan trase, kami sedang menggandeng pihak swasta untuk mengerjakan proyek ini. Kenapa dengan swasta, karena anggaran Pemda belum ada untuk membangun LRT,”terangnya.
"Anggaran dari pemerintah daerah untuk pembangunan LRT. vendor-vendor yang merupakan bagian dari perjanjian kerja sama," tutur Aplah. BACA JUGA : Kereta Bandara Soekarno-Hatta Mundur Beroperasi hingga September 2017
PT Kereta Api Indonesia menargetkan, layanan kereta bandara sudah mulai dioperasikan awal tahun 2018 mendatang. Sedangkan pengerjaan pembangunan LRT Rawa Buntu-Baru Ceper diperkirakan baru bisa dimulai pada tahun 2019.(DBI)
TODAY TAGKualitas air dan udara di Indonesia kini menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau panjang akibat fenomena cuaca ekstrem.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) menunda rekonstruksi Jembatan Merpati Raya di Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, hingga waktu yang belum ditentukan.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang mencatatkan angka pergerakan penumpang yang masif sepanjang periode Januari hingga September 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews