Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang
Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:45
Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.
TANGERANGNEWS.com- Pemkot Tangsel berencana Layanan light rail transit (LRT) dari Rawa Buntu di Serpong, Tangsel hingga Batu Ceper, Kota Tangerang nantinya akan terkoneksi dengan layanan kereta Bandara Soekarno-Hatta.
"Jadi dalam rencana detail kita, penumpang LRT dari Tangsel nanti dapat melanjutkan perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta naik kereta, jadi enggak usah bawa kendaraan pribadi lagi," ujar Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Aplahunnajat, Kamis (7/9/2017). BACA JUGA : Kereta Bandara Soetta Ditargetkan Uji Coba November, Beroperasi 2018
Disebutkan Aplah, penumpang LRT yang turun di Batu Ceper nantinya dapat melanjutkan perjalanannya melalui kereta bandara. “Hingga kini proyek tersebut masih dalam tahap penentuan trase, kami sedang menggandeng pihak swasta untuk mengerjakan proyek ini. Kenapa dengan swasta, karena anggaran Pemda belum ada untuk membangun LRT,”terangnya.
"Anggaran dari pemerintah daerah untuk pembangunan LRT. vendor-vendor yang merupakan bagian dari perjanjian kerja sama," tutur Aplah. BACA JUGA : Kereta Bandara Soekarno-Hatta Mundur Beroperasi hingga September 2017
PT Kereta Api Indonesia menargetkan, layanan kereta bandara sudah mulai dioperasikan awal tahun 2018 mendatang. Sedangkan pengerjaan pembangunan LRT Rawa Buntu-Baru Ceper diperkirakan baru bisa dimulai pada tahun 2019.(DBI)
Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.
TODAY TAGKawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.
Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.
Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews