Pola Belanja Berubah, Konsumen Ritel Lebih Pilih Harga Murah Dibanding Merk
Kamis, 10 September 2026 | 17:06
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyoroti adanya dinamika dan pergeseran pola belanja konsumen di sektor ritel saat ini.
TANGERANGNEWS.com- Pemkot Tangsel berencana Layanan light rail transit (LRT) dari Rawa Buntu di Serpong, Tangsel hingga Batu Ceper, Kota Tangerang nantinya akan terkoneksi dengan layanan kereta Bandara Soekarno-Hatta.
"Jadi dalam rencana detail kita, penumpang LRT dari Tangsel nanti dapat melanjutkan perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta naik kereta, jadi enggak usah bawa kendaraan pribadi lagi," ujar Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Aplahunnajat, Kamis (7/9/2017). BACA JUGA : Kereta Bandara Soetta Ditargetkan Uji Coba November, Beroperasi 2018
Disebutkan Aplah, penumpang LRT yang turun di Batu Ceper nantinya dapat melanjutkan perjalanannya melalui kereta bandara. “Hingga kini proyek tersebut masih dalam tahap penentuan trase, kami sedang menggandeng pihak swasta untuk mengerjakan proyek ini. Kenapa dengan swasta, karena anggaran Pemda belum ada untuk membangun LRT,”terangnya.
"Anggaran dari pemerintah daerah untuk pembangunan LRT. vendor-vendor yang merupakan bagian dari perjanjian kerja sama," tutur Aplah. BACA JUGA : Kereta Bandara Soekarno-Hatta Mundur Beroperasi hingga September 2017
PT Kereta Api Indonesia menargetkan, layanan kereta bandara sudah mulai dioperasikan awal tahun 2018 mendatang. Sedangkan pengerjaan pembangunan LRT Rawa Buntu-Baru Ceper diperkirakan baru bisa dimulai pada tahun 2019.(DBI)
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyoroti adanya dinamika dan pergeseran pola belanja konsumen di sektor ritel saat ini.
TODAY TAGAntusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews