Connect With Us

Kebakaran Pasar Serpong, Murid SD Panik Berhamburan

Yudi Adiyatna | Selasa, 10 April 2018 | 10:00

Peristiwa Kebakaran yang terjadi di Pasar Serpong dekat dengan SDN Serpong 1, Tangsel, Selasa (10/4/2018). (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)



TANGERANGNEWS.com-Kebakaran yang menghanguskan lima kios di pasar Serpong, Jalan Raya Serpong Tangsel sempat membuat panik ratusan siswa SDN 01 Serpong.

Siswa SDN Serpong 1, Tangsel.

Bagaimana tidak lokasi bangunan yang terbakar persis bersebelahan dengan gedung sekolah tersebut.

"Tadi lagi belajar tiba-tiba ada asap dan api membesar, kita panik," ujar Davina, siswa kelas 5 SDN 01 Serpong kepada TangerangNews.com, Selasa (10/4/2018).

Para siswa yang sedang belajar di ruang kelas itu pun kemudian berhamburan ke luar ruangan khawatir api semakin membesar dan menyasar bangunan sekolah mereka.

BACA JUGA :

"Kita semua lari, terus sama ibu guru disuruh kumpul ke lapangan samping Puskesmas," cerita Devina.

Akibat peristiwa itu pun pihak sekolah kemudian meliburkan seluruh aktivitas belajar dan memulangkan para siswa ke rumahnya masing-masing.

"Iya diliburin, besok masuk lagi kata bu guru,"tuturnya.(RAZ/HRU)

BISNIS
Novotel Tangerang Tawarkan Konsep Pernikahan Intimate hingga Outdoor untuk Gen Z

Novotel Tangerang Tawarkan Konsep Pernikahan Intimate hingga Outdoor untuk Gen Z

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:16

Tren pernikahan di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, mengalami pergeseran yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill