Connect With Us

KPU Tangsel Serahkan 696 APK Parpol

Yudi Adiyatna | Jumat, 26 Oktober 2018 | 18:00

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan menyerahkan 696 Alat Peraga Kampanye (APK) berupa baliho dan spanduk kepada 16 partai politik peserta pemilu, Jumat (26/10/2018). (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan menyerahkan 696 Alat Peraga Kampanye (APK) berupa baliho dan spanduk kepada 16 partai politik peserta pemilu, Jumat (26/10/2018). 

Komisioner KPUD Tangsel Ade Wahyu Hidayat menerangkan, APK dibiayai negara ini secara resmi telah bisa dipasang di titik-titik yang telah diatur sebagai bahan pengenalan dan sosialisasi partai politik dan caleg kepada masayarakat dimana setiap Peserta Pemilu mendapat 26 APK berupa 10 baliho dan dan 16 lembar spanduk. 

“Masing-masing ukurannya untuk baliho 3x5 meter per lembar, sedangkan untuk spanduk 1x3 meter per lembar,” ucap Ade.

Ade juga mengingatkan, agar APK yang telah diserahkan itu dipasang sesuai aturan yang berlaku. 

“Sanksinya jelas, ini jangan ada pelanggaran lagi. APK-APK ini bisa dipasang dimana saja, asal bukan ditempat yang dilarang seperti di pohon, taman dan sebagainya,” kata dia. 

Pihaknya juga mempersilahkan masing-masing parpol dan caleg melakukan penambahan APK, dengan syarat penambahan maksimal sebanyak 5 lembar. 

“Boleh hanya lima, sesuai aturan KPU, itupun disainnya harus dikoordinasikan ke Bawaslu agar tidak ada kekeliruan,” tandas Ade.(MRI/RGI)

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill