Connect With Us

Jelang Pemilu, Disdukcapil Tangsel Kebut Layani KTP-el

Rachman Deniansyah | Senin, 1 April 2019 | 21:28

Ilustrasi proyek e-KTP (Dira Derby / TangerangNews)

 

TANGERANGNEWS.com-Mahkamah Konstitusi (MK) telah menetapkan hasil uji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu bahwa KTP elektronik (KTP-el) bukan satu-satunya syarat untuk bisa mencoblos pada Pemilu 2019, melainkan juga surat keterang (Suket), bukti telah melakukan perekaman KTP-el.

Terkait hal tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan mengaku tidak merasa kesulitan untuk melaksanakan putusan tersebut. 

Dikatakan Kepala Disdukcapil Tangsel Dedi Budiawan, tiadanya kesulitan itu karena telah ada beberapa program untuk mempercepat perekaman KTP-el.

"Dari awal itu kan infonya yang berlaku hanya KTP-el, makanya kita habiskan suketnya, kita cetak 30.000 KTP-el sampai lembur," ujarnya kepada TangerangNews melalui sambungan telepon, Senin (1/4/2019).

Budiawan mengaku, KTP-el sejumlah 30.000 itu dicetak selama 3 minggu. Kemudian, kata dia, pihaknya membuat pelayanan pencetakan KTP-el sehari jadi dengan sistem daring ( online ).

"Dalam perjalanannya online tidak semua warga bisa mengaksesnya, karena alasan waktu, dan keterbatasan blanko, antrean pun memadati Kantor Disdukcapil Tangsel di Cilenggang," bebernya.

Karena terjadi antrean, kata dia, selanjutnya diberlakukan kebijakan pencetakan KTP-el secara manual dihari Sabtu melalui program yang bernama 'Sabtu Buka Songsong Pemilu'. 

Namun, kegiatan itu hanya berjalan selama lima minggu untuk mempercepat warga memiliki KTP-el sebelum Pemilu. Kemudian mulai tanggal 18 Maret 2019, pihaknya membuka pelayanan untuk perekaman dan percetakan KTP-el sehari jadi di setiap kecamatan di Tangsel. 

"Sekarang sistem ada dua, yang online di Dinas, yang manual di masing-masing kecamatan," tukasnya. 

Dari tujuh kecamatan tersebut, lanjutnya, awalnya pihaknya hanya dapat melayani pencetakan 100 lembar KTP-el per harinya. Namun karena belakangan ada peningkatan permintaan terutama dari Kecamatan Pondok Aren dan Pamulang, sehingga terjadi peningkatan kuota per harinya sampai 160 lembar.

"Terus bertambah, mulai dari 100, nambah jadi 107, 111, sampai ke angka 160," imbuhnya. 

Selain itu, mengantisipasi membludaknya permintaan warga, Disdukcapil Tangsel juga meluncurkan program Jumat Malam Hari (Jumari), yaitu pelayanan ekstra pencetakan sampai malam hari di setiap hari Jumat. Namun, program ini hanya berlaku di Kecamatan Pondok Aren dan Pamulang.

"Bahkan makin kesini, pelayanan makin bertambah untuk di Pondok Aren dan Pamulang, kita adakan Jumari dari jam 07.00-22.00 WIB," bebernya. 

Budiawan mengaku, dalam sehari pihaknya mampu mencetak KTP-el rata-rata 900 lembar. Sehingga tidak akan ada kendala untuk melayani warga membuat suket maupun KTP-el sebagai syarat mencoblos di Pemilu.

"Dengan adanya putusan MK ini, sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak datang ke TPS, nanti kalaupun misalkan ada masyarakat yang tidak bisa mencoblos, itu bukan karena tidak memiliki Suket atau KTP-el, namun hanya karena tak mau datang saja," tutup Budiawan. 

Sementara, Komisioner KPU Tangsel, Ajat Sudrajat, menyatakan, terkait putusan MK ini pihaknya masih menunggu arahan dari KPU RI. 

"Kalo terkait point-point yang menjadi putusan MK kita laksanakan, meskipun secara teknis kami menunggu arahan dari KPU RI," singkatnya.(RMI/HRU)

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Sindikat Pencuri Modus Geser Tas Diringkus Polisi, Incar Pengunjung di Berbagai Mal Termasuk Tangerang

Sindikat Pencuri Modus Geser Tas Diringkus Polisi, Incar Pengunjung di Berbagai Mal Termasuk Tangerang

Senin, 5 Oktober 2026 | 17:48

Sindikat pencurian spesialis modus geser tas yang beraksi di pusat perbelanjaan dibongkar polisi. Empat orang terduga pelaku dibekuk setelah Tim gabungan Polres Metro Bekasi dan Satresmob Bareskrim Polri memburu mereka.

BISNIS
Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:07

Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill