Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANGNEWS.com-Kantor KPU Kota Tangsel di Jalan Buana Kencana, Rawa Buntu, Serpong, Tangsel, dipadati warga yang mengurus formulir pindah pilih (A5) ditenggat hari terakhir hari ini Rabu (10/4/2019).Membludaknya pemohon membuat penyelenggara Pemilu tersebut pun menambah jumlah personel.
Hal tersebut disampaikan Komisioner KPU Tangsel Divisi Data, Ajat Sudrajat. Jumlah personel yang ditambah tersebut sampai dua kali lipat dari sebelumnya. Kata Ajat, pihaknya menerjunkan 12 personel untuk melayani warga yang mengurus formulir A5 tersebut.
"Untuk mengantisipasi lonjakan pemohon, kami tambah SDM (personel) jadi 12 orang. Biasanya divisi datahanya 5 orang," ungkap Ajat di Kantor KPU Tangsel, Jalan Buana Kencana, Rawa Buntu, Serpong, Tangsel, Rabu (10/4/2019).

Bahkan, kata dia, untuk menutupi kebutuhan personel tersebut, pegawai dari tiga divisi pun dikerahkan.
"Kami menambah SDM dari divisi hukum, teknis, dan data yang diperbantukan untuk mengurus pelayanan A5," beber Ajat.
Dihari terakhir ini, lanjutnya, KPU menerima para pemohon hingga pukul 16.00 WIB. Sementara pemohon yang belum sempat mengambil dokumen A5 namun telah menyerahkan kelengkapan persyaratan, bisa mengambil pada hari berikutnya.
"Yang penting masuk berkas dulu hari ini, terlepas diambilnya besok karena pemilihnya sibuk atau seperti apa, jadi diambil besok tidak masalah," pungkasnya.
Pantauan Tangerangnews, sampai pukul 18.00 WIB, KPU Tangsel masih dipadati oleh warga yang hendak mengurus formulir A5.(MRI/RGI)
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TODAY TAGJajaran Polsek Benda, Polres Metro Tangerang Kota mengamankan dua orang terduga pelaku peredaran obat keras ilegal dalam Operasi Nila.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews