Connect With Us

Operasi Patuh Jaya di Tangsel, Pelanggar Didominasi Remaja

Yudi Adiyatna | Rabu, 11 September 2019 | 23:02

Kegiatan Satlantas Polres Tangsel dalam Operasi Patuh Jaya 2019. (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

 

TANGERANGNEWS.com-Satlantas Polres Tangsel menilang dan menegur 4.102 pengendara bermotor selama pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2019 yang digelar 29 Agustus hingga 11 September ini. Mayoritas pelanggar adalah remaja berusia 16 sampai 20 tahun.

"Ada 954 pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara berusia 16 sampai 20 tahun," ujar Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Lalu Hedwin, Rabu (11/9/2019). 

Baca Juga :

Kegiatan Satlantas Polres Tangsel dalam Operasi Patuh Jaya 2019.

Dijelaskan Lalu, pelanggaran yang paling banyak terjadi selama pelaksanaan operasi patuh didominasi oleh para pengguna kendaraan roda dua.

"Mayoritas lawan arus, tak menggunakan helm, melanggar lampu lalu lintas hingga tak memiliki kelengkapan surat-surat," pungkasnya.(RMI/HRU)

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

BISNIS
PT Selaras Jaya Sakti Gathering Bersama Konsumen, Perkuat Akses Cat dan Coating Anti Karat Industri di Banten

PT Selaras Jaya Sakti Gathering Bersama Konsumen, Perkuat Akses Cat dan Coating Anti Karat Industri di Banten

Kamis, 17 September 2026 | 16:01

PT Selaras Jaya Sakti, distributor resmi produk marine coating dan protective coating dari merek International Paint (AkzoNobel), memperkuat jaringan bisnis dan kedekatan dengan mitra industri di wilayah Banten.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill