Connect With Us

Warga Sekitar Kostel di Setu Resah

Rachman Deniansyah | Rabu, 11 September 2019 | 23:09

Kos-kosan (Kostel) Oyo Tekno Residence Disegel Satpol PP Kota Tangerang Selatan di Jalan Desa Setu, Kecamatan Setu, Tangsel, Rabu (11/9/2019). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Keberadaan Kostel (hotel berbentuk kos-kosan) OYO Tekno Residence dikatakan warga sekitar membuat resah. Mereka pun mengaku tak mengetahui ada tempat penginapan di sekitar rumahnya. 

Padahal, kawasan pemukiman warga sangat dekat dengan kostel yang berada di Jalan Desa Setu, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) itu. 

"Kita enggak tahu kalau ada penginapan kaya hotel gitu, tahunya cuma kontrakan biasa," ucap Kati, 45 salah satu warga usai razia yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di kostel itu. 

Ia mengatakan, baru mengetahui ada hotel berbentuk kos-kosan di dekat rumahnya setelah penggrebekkan itu berlangsung.

Baca Juga :

"Saya baru ngeuh (baru tahu). Emang biasanya kalau malam rame, Mas. Apalagi Sabtu Minggu, mobil suka ramai," imbuhnya. 

Sementara, Ratih, warga lainnya mengungkapkan, ia beserta warga sekitar lainnya resah. Terlebih, kata dia,banyak pemuda-pemudi yang keluar masuk kostel itu.

"Kalau dibilang terganggu sih terganggu. Apalagi banyak yang masih muda yang tidak tahu itu pasangan suami istri atau bukan, keluar masuk kostel," pungkasnya.(RMI/HRU)

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill