Connect With Us

Beredar Materai Palsu di Tangsel, Ini Tips Membeli yang Asli

Rachman Deniansyah | Rabu, 16 Oktober 2019 | 19:33

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharram Wibisono. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tangerang Selatan (Tangsel) membongkar peredaran materai daur ulang. Dua orang ditetapkan jadi tersangka.

Beredarnya materai palsu yang tampak asli itu membuat masyarakat harus berhati-hati dan cermat , karena saat digunakan, dokumen yang dibubuhi materai tersebut bisa dinyatakan cacat hokum atau tidak sah.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharram Wibisono mengatakan, saat ini telah ada sekitar 5.000 lembar materai daur ulang yang telah terjual. 

"Karena telah merusak dan menghilangkan keaslian materai, yang di dalamnya terdapat lambang Negara Indonesia," terangnya. 

Wibi menuturkan, materai itu laku dipasaran karena harganya yang murah. Pelaku menjualnya dengan harga Rp5 ribu. 

BACA JUGA:

Selain itu, secara kasat mata, materai daur ulang memang hampir serupa dengan aslinya. Jika tak cermat, maka masyarakat yang membeli akan tertipu. 

Untuk memastikan materai itu asli atau tidak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, salah satunya mencermati nomor yang tertera pada materai. 

"Kalau materai masih utuh, nomor yang ada di materai akan mengurut. Namun, yang telah didaur ulang, itu akan mengacak," terangnya. 

Selain itu, perbedaan juga ada pada bagian hologram, gambar bintang, dan garuda. 

"Pertama harus diperhatikan hologramnya. Kalau yang asli, jelas akan berubah warna pada holongramnya jika digerakkan. Begitupun gambar bintang dan garuda. Akan berubah warna jika dilihat dari samping," tutur Wibi. 

Wibi menambahkan, jika lebih cermat lagi, materai akan terlihat jelas terlihat kasliannya. 

"Karena jika didaur ulang akan terlihat bekas tekanan pulpen saat orang tanda tangan. Terlihat pada bagian belakangnya," ujar Wibi. 

Untuk itu, Wibi mengimbau kepada masyarakat, khususnya masyarakat Tangsel, agar berhati-hati dalam membeli materai. 

"Masyarakat harus lebih cermat dalam membeli materai. Kami selaku penegak hukum akan senantiasa menertibkan segala pelanggaran yang ada," pungkasnya.(MRI/RGI)

BANDARA
Dampak Cuaca Ekstrem di Bandara Soetta, 109 Penerbangan Delay, Akses Tol dan Perimeter Utara Kebanjiran

Dampak Cuaca Ekstrem di Bandara Soetta, 109 Penerbangan Delay, Akses Tol dan Perimeter Utara Kebanjiran

Senin, 12 Januari 2026 | 20:59

Cuaca buruk berupa hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tangerang sejak pagi hari ini memicu gangguan besar pada operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Senin 12 Januari 2026.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

KAB. TANGERANG
3 Hari Banjir, 1.000 Warga Kabupaten Tangerang Mengungsi

3 Hari Banjir, 1.000 Warga Kabupaten Tangerang Mengungsi

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:09

Sebanyak 1.000 warga Kabupaten Tangerang terpaksa harus mengungsi akibat banjir yang melanda selama 3 hari, sejak Minggu 11 Januari 2026 hingga hari ini, Selasa 13 Januari 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill