Simak Cara Memberikan Dukungan Psikologi Awal untuk Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak
Kamis, 18 Juni 2026 | 16:48
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi perhatian serius di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
TANGERANGNEWS.com-Sembilan siswa kelas 8 Madrasah Tsanawiyah (MTs) Madrasah Pembangunan (MP), Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi korban kekerasan oleh lima seniornya.
Orang tua siswa pun tak berdiam diri. Mereka melaporkan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib.
Laporan itu telah diterima Polsek Ciputat dengan nomor: LP/1124/K/XI/2019/Sek Cip/Res Tangsel.
Kelima pelajar yang dilaporkan ke polisi itu ternyata sudah berstatus alumni di sekolah yang berlokasi di Komplek UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jalan Ibnu Taimia IV, Pisangan, Ciputat Timur, Tangsel itu.
Kepada TangerangNews, Iqbal, salah satu orang tua siswa mengatakan, langkah itu diambil agar kasus serupa tidak pernah terjadi lagi di lingkungan pelajar.
"Harapannya dapat memutus rantai kekerasan terhadap pelajar," ucap Iqbal kepada TangerangNews melalui sambungan telepon, Selasa (5/11/2019).
Ia juga berharap, polisi segera mengambil tindakan.
Baca Juga :
"Sebetulnya kalau niat sampai memenjarakan itu enggak ada. Yang penting dapat memberikan efek jera kepada para pelaku," tambahnya
Sementara, Kanit Reskrim Polsek Ciputat Iptu Erwin Subekti membenarkan telah menerima laporan para orang tua siswa itu. Kini, pihaknya masih terkait laporan tersebut.
"Cuman terkendala mereka (pelaku) masih sekolah, jadi agak lambat," singkatnya.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak MTs Madrasah Pembangunan belum bersedia memberikan keterangan, meski TangerangNews sudah mendatangi sekolah tersebut.(RMI/HRU)
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi perhatian serius di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
TODAY TAGDemo yang digelar Mahasiswa beberapa waktu lalu, terkait protes kenaikan harga BBM menunjukan jika kenaikan harga BBM menjadi masalah besar di negeri ini, membuat kehidupan masyarakat bertambah sulit.
Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta (Soetta) berhasil mencegah keberangkatan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang diduga hendak bekerja secara ilegal atau nonprosedural di Kamboja.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews