Connect With Us

Belasan Anak Punk di Kabupaten Tangerang Dirazia Satpol PP

Maya Sahurina | Kamis, 3 Oktober 2019 | 14:05

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang saat merazia anak punk, PMKS dan ibu-ibu gepeng. (TangerangNews/2019 / Maya Sahurina)

 

TANGERANGNEWS.com-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Binmas dan Dinas Sosial Kabupaten Tangerang menggelar razia anak punk di tiga titik, yaitu Pasar Tigaraksa, Rajeg dan Balaraja, Kamis (3/10/2019).

Razia dilakukan karena aktivitas anak punk kerap meresahkan warga. dan juga merupakan penyakit masyarakat. 

Wakasad Binmas Polresta Tangerang AKP Sukmawati.

Wakasad Binmas Polresta Tangerang AKP Sukmawati mengatakan razia dilakukan pada beberapa titik yang biasanya dijadikan tempat berkumpul anak punk.

"Razia kami gelar guna memberikan kenyamanan bagi masyarakat, kita melakukan razia pada anak anak punk, kemudian pada PMKS. Tadinya mau anak sekolah, tapi karena masih sekolah, jadinya ditunda," ujarnya. 

razia

Sukmawati melanjutkan kita menemukan mereka di jalanan karena menurutnya hal itu meresahkan masyarakat. Namun dikatakannya tidak ada yang memiliki senjata tajam. 

"Dari hasil razia ada 13 orang yang akan kita berikan pembinaan, diantaranya anak punk, PMKS dan ibu-ibu gepeng," ujarnya. 

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang saat merazia anak punk, PMKS dan ibu-ibu gepeng.

Sementara Indriyah Pekerja Sosial pada Dinas Sosial mengatakan mereka nantinya akan diberikan pembinaan dan pembelajaran yang baik. 

"Nanti akan kita berikan pembinaan, untuk perempuan akan diberikan pembinaan memasak kemudian laki-laki diberikan pembinaan bengkel, kita berikan sesuai peminatan dan ini biasanya juga karena faktor ekonomi," ujarnya.(RAZ/HRU)

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

PROPERTI
Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:47

Menandai perjalanan panjang menuju usia emas 50 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Summarecon Awards 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill