Connect With Us

Begini Pengakuan Kakek 72 Tahun Bacok Istrinya Hingga Tewas di Pamulang

Rachman Deniansyah | Selasa, 10 Desember 2019 | 18:37

Kamar kontrakan dari tersangka Hermanto, 72, pelaku pembacokan sang istri hingga tewas. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Hermanto, seorang pria paruh baya hanya bisa merasa menyesali perbuatannya. 

Kakek berusia 72 tahun itu terancam hukuman penjara hingga tujuh tahun karena perbuatanya merenggut nyawa istri keduanya, Rosmiati, 42.

Kepada TangerangNews, pria yang menyebut dirinya Mbah itu menuturkan peristiwa berdarah yang terjadi di Kontrakan Vietnam, Jalan Flamboyan, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) dini hari itu.

BACA JUGA:

“Aku kerja enggak tahu siang, enggak tahu malam, enggak pernah libur, tapi bini (korban) selingkuh terus," ucap Hermanto di Mapolsek Pamulang, Jalan Surya Kencana, Pamulang Barat, Pamulang, Tangsel. 

Ia menuding, perselingkuhan istrinya itu sudah terjadi dua kali. Meski begitu, saat ditanya bukti tudingannya tersebut, Hermanto yang telah ditetapkan sebagai tersangka menjawab hanya berdasarkan informasi dari orang lain.

Namun, lanjut dia, kekalutannya itu dipicu oleh sikap korban yang berperangai ketus saat ia bermaksud minta dibuatkan segelas kopi.

Korban yang sedang terbaring diatas kasur sambil menonton televisi itu pun dihujani tebasan golok pada bagian wajahnya.

“Ini hati udah penuh (emosi) banget rasanya. Istri selingkuh. Saya towel (colek), maksudnya mau dibuatin kopi, eh malah marah-marah. Terus saya ambil golok di atas kulkas," tutur tersangka. 

Kakek yang telah dianugerahi anak dari pernikahan dengan korban itu mengaku tidak bermaksud membunuh istrinya. Pengakuannya, ia hanya ingin merusak wajah sang istri.

"Maksud saya membacok itu biar cacat. Biar mukanya enggak laku. Nanti saya rawat sendiri. Saya juga kerja tenang," ujarnya. 

Namun berbeda dengan pengakuannya, ternyata ia sampai empat kali menebaskan golok ke wajah korban. Korban yang kehilangan banyak darah pun nyawanya tidak terselamatkan.

Bahkan, perbuatan tersangka dilakukan di depan anaknya yang masih balita berusia tiga tahun. 

"Jadinya saya sudah gelap (gelap mata) waktu itu," katanya.

Polisi pun menyangkakan kakek yang semestinya hidup tenang diusia senja itu melanggar  Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.(MRI/RGI)

TANGSEL
Main di Pinggir Rel Serpong Tangsel, Bocah 9 Tahun Tewas Terserempet Kereta

Main di Pinggir Rel Serpong Tangsel, Bocah 9 Tahun Tewas Terserempet Kereta

Minggu, 21 Juli 2024 | 19:08

Seorang bocah berinisial FA, 9, tewas terserempet badan kereta commuter line (KRL) saat bermain di pinggir rel di Jalan Salem, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu 20 Juli 2024.

PROPERTI
Kolaborasi dengan Jasa Marga, Paramount Petals Hadirkan Hunian Permium 2 Lantai

Kolaborasi dengan Jasa Marga, Paramount Petals Hadirkan Hunian Permium 2 Lantai

Kamis, 18 Juli 2024 | 18:08

Paramount Petals, pengembang kota mandiri seluas 400 hektar di Curug, Kabupaten Tangerang, kembali menghadirkan hunian premium terbarunya.

BISNIS
Spesial HUT ke-68, Danamon Gelar DXPO di Central Park Jakarta 

Spesial HUT ke-68, Danamon Gelar DXPO di Central Park Jakarta 

Sabtu, 20 Juli 2024 | 15:00

Dalam rangka hari ulang tahun (HUT) PT Bank Danamon Indonesia Tbk ke-68, DXPO by Danamon resmi digelar di Central Park Mall, Jakarta, Jumat, 18 Juli 2024.

TEKNO
Bahaya, Segera Hapus Jejak Digital di Internet dengan Cara Ini

Bahaya, Segera Hapus Jejak Digital di Internet dengan Cara Ini

Kamis, 18 Juli 2024 | 18:45

Segala aktivitas di dunia maya meninggalkan jejak digital yang berisi informasi tentang aktivitas penggunanya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill