Puluhan SPPG di Kabupaten Tangerang Belum Kantongi SLHS, Satgas Siap Lapor ke BGN
Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56
Puluhan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tangerang belum memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
TANGERANGNEWS.com-Warga Ciputat dihebohkan dengan penemuan mayat bayi perempuan di kolong Flyover (jalan layang) Ciputat, Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (15/12/2019).
Kapolsek Ciputat Kompol Endy Mahandika mengatakan, mayat bayi malang itu ditemukan sekitar pukul 09.15 WIB, dengan kondisi terbungkus kantong plastik berwarna hitam.
"Ya Benar, mayat bayi jenis kelamin perempuan ditemukan di tumpukan sampah," ucap Endy saat dikonfirmasi.
BACA JUGA:
Endy menuturkan, mayat bayi itu, semula ditemukan oleh petugas kebersihan yang sedang mengambil sampah di kolong flyover.
"Kemudian melihat sebuah kantong plastik warna hitam. Saat membuka kantong tersebut, di dalamnya terdapat seorang mayat bayi berjenis kelamin perempuan, yang masih terdapat tali puser," tutur Endy.
Dilihat dari kondisinya, diduga bayi malang itu baru saja dilahirkan oleh orang tuanya.
"Diduga baru lahir, umur sekitar tujuh bulan dalam kandungan. Di dalam plastik hitam itu juga terdapat daster, yang diduga milik ibunya," terang Endy.
Endy menegaskan, kasus penemuan mayat bayi ini kini telah ditanganinya. Pihaknya masih melakukan identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut.
"Mayat bayi telah dibawa ke RS Fatmawati," pungkasnya.(RAZ/RGI)
Puluhan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tangerang belum memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
TODAY TAGPT Pegadaian (Persero) Area Tangerang memberikan edukasi literasi keuangan kepada puluhan pengemudi ojek pangkalan se-Kota Tangerang dan sekitarnya. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula PT Pegadaian (Persero) Area Tangerang, Senin, 10 Agustus 2026.
Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews